Foto Alumni PPPJ Angkatan LXXXIII Gelombang I: Simbol Kebersamaan dan Awal Pengabdian Jaksa Muda
| Momen Bersejarah, Foto Alumni PPPJ Angkatan Serigala Abadikan Semangat Pengabdian 503 Ajun Jaksa |
Momen pengambilan Foto Alumni Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII (83) Gelombang I Tahun 2026 menjadi salah satu rangkaian paling berkesan di penghujung pendidikan yang diikuti 503 peserta, termasuk lima peserta partisan dari unsur TNI. Bagi para lulusan yang dikenal sebagai Angkatan Serigala, foto bersama tersebut bukan sekadar dokumentasi, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan awal perjalanan pengabdian sebagai insan Adhyaksa.
Foto alumni menjadi penanda bahwa seluruh peserta telah menyelesaikan proses pendidikan dan pembentukan karakter sebagai calon (Jaksa) penegak hukum. Momen ini juga mengabadikan ikatan emosional yang terjalin selama mengikuti pendidikan, sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang kini berada di pundak setiap lulusan dalam menegakkan hukum dengan profesionalisme, integritas, dan hati nurani.
Selanjutnya tiba saatnya Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin secara resmi melantik seluruh peserta menjadi Ajun Jaksa dalam upacara penutupan PPPJ Angkatan LXXXIII Gelombang I Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dengan mengenakan seragam kebesaran Korps Adhyaksa (PDUB), ratusan Ajun Jaksa berdiri tegap dalam formasi upacara penutupan. Potret tersebut menjadi simbol lahirnya generasi baru Korps Adhyaksa yang siap mengemban amanah negara, menjaga marwah institusi, serta memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada masyarakat.
Bagi Angkatan Serigala, foto alumni tidak hanya akan menjadi kenangan yang tersimpan dalam bingkai, tetapi juga menjadi pengingat bahwa mereka pernah ditempa bersama, disatukan oleh nilai-nilai integritas, disiplin, loyalitas, dan semangat pengabdian. Dari momen itulah, perjalanan panjang sebagai aparat penegak hukum resmi dimulai, dengan harapan dapat menjadi jaksa yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. (Muzer)








