BREAKING NEWS

Genap 25 Hari Menjabat, Dr. Ema Siti Huzaemah Tunjukkan Gaya Kepemimpinan Kerja Keras di Kejari Musi Rawas



MUSI RAWAS — Genap 25 hari Dr. Ema Siti Huzaemah Akhamad menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Musi Rawas. Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, sosok perempuan yang dikenal pekerja keras itu langsung menunjukkan gaya kepemimpinan yang aktif, responsif, dan nyaris tanpa jeda.

Julukan “kerja tak kenal lelah” bukan sekadar slogan. Sejak hari pertama bertugas, Dr. Ema hampir tidak memiliki hari tanpa agenda. Setiap harinya, tercatat ada tiga hingga lebih kegiatan yang harus ia jalani, mulai dari urusan administratif hingga kegiatan strategis yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Pada pagi hari, Dr. Ema kerap menerima kunjungan tamu di kantor Kejari Musi Rawas. Para tamu tersebut datang dari berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga warga yang membutuhkan layanan hukum.

Memasuki siang hingga sore hari, aktivitas berlanjut dengan berbagai kunjungan kerja ke luar kantor. Mulai dari menghadiri rapat koordinasi lintas sektor, sosialisasi hukum kepada masyarakat, kegiatan monitoring lapangan, hingga evaluasi kinerja jajaran internal Kejari Musi Rawas.

Tak hanya fokus pada penegakan hukum, dalam kurun waktu 25 hari itu Dr. Ema juga berhasil mendorong sejumlah langkah pembenahan sarana dan prasarana. Beberapa fasilitas penting telah diresmikan, antara lain rumah dinas Kajari, rumah dinas pejabat eselon IV, mess Kejari Musi Rawas, serta Taman Kanak-Kanak (TK) Adhyaksa Daerah Musi Rawas.

Khusus untuk peresmian TK Adhyaksa, menurut rencana akan dilaksanakan pada 5 Februari 2026 dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Dr. Ketut Sumedana.

Menariknya, Dr. Ema tidak hanya melihat peran Kejaksaan dari sisi penindakan hukum semata. Ia juga menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan.

“Selain sebagai Kajari dan Jaksa Penuntut Umum, saya juga siap mengabdi menjadi guru,” ujar Dr. Ema saat dihubungi melalui jaringan internet.

Ia menegaskan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar-mengajar di TK Adhyaksa Musi Rawas sebagai bentuk kontribusi membangun karakter generasi sejak usia dini.

“Ema siap mengabdi untuk menjadi guru bagi generasi penerus di TK Adhyaksa Daerah Musi Rawas,” tambahnya.

Dunia pendidikan sejatinya bukan hal baru bagi Dr. Ema. Jauh sebelum menjabat sebagai Kajari Musi Rawas, ia telah memiliki rekam jejak panjang sebagai pengajar. Saat bertugas di Kejaksaan Negeri Cianjur, ia pernah menjadi dosen di Universitas Terbuka. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai widyaiswara di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan.

Tak hanya itu, Dr. Ema juga kerap terlibat sebagai pengajar dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) atau Diklat Kepemimpinan Tingkat IV, serta mengajar di Pelatihan Pendidikan dan Pembentukan Jaksa (PPPJ).

Pengalaman menarik lainnya diceritakan Dr. Ema saat ia menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) di Kejaksaan Tinggi Banten. Pada masa itu, selain aktif sebagai pengurus Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) Pusat Bidang Pendidikan serta menjabat sebagai Ketua Bidang Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten.

Menurutnya, salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika ia ikut terlibat langsung dalam proses awal pembangunan TK Adhyaksa Wilayah Banten yang kini dikenal sebagai salah satu TK Adhyaksa legacy di lingkungan Kejaksaan.

“Saya masih ingat, waktu itu kami bersama Bapak Kajati Banten (Siswanto-red) turun langsung mensurvei lokasi yang akan dibangun TK Adhyaksa. Dari nol, dari lahan kosong, sampai akhirnya berdiri dan menjadi kebanggaan,” kenang Dr. Ema.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting baginya dalam membangun TK Adhyaksa di Musi Rawas. Ia menilai bahwa keberadaan TK Adhyaksa bukan sekadar fasilitas pendidikan, tetapi juga simbol peran Kejaksaan dalam membangun karakter generasi bangsa sejak usia dini.

Darah pendidik itu sudah mengalir sejak lama. Sejak 2020 ia sudah aktif mengajar di Badiklat, PPPJ, dan berbagai pelatihan kepemimpinan. " Sekarang bisa kembali terlibat membangun (mengajar) TK Adhyaksa di Musi Rawas, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Dr. Ema, mengajar anak-anak TK justru memberikan energi dan semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan satuan kerja.

Dengan latar belakang sebagai penegak hukum sekaligus pendidik, Dr. Ema dinilai membawa warna kepemimpinan yang berbeda di Kejari Musi Rawas. Bukan hanya menekankan profesionalisme dan integritas aparat, tetapi juga membangun pendekatan humanis dan edukatif kepada masyarakat.

Dalam 25 hari pertamanya, Dr. Ema telah meletakkan fondasi kuat bahwa Kejaksaan bukan sekadar institusi penindakan, melainkan juga mitra masyarakat dalam membangun kesadaran hukum dan masa depan generasi.(Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment