Berita Terbaru

Ini Kisah Kajari Banyuasin Erni Yusnita, Rawat Melon di Tengah Kesibukan Menegakkan Hukum

 


Di Balik Ketegasan Kajari Erni Yusnita, Ada Kebun Melon yang Tumbuhkan Semangat Kemandirian Pangan


BANYUASIN — Matahari pagi perlahan menyapu halaman Kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin. Di tengah rutinitas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuasin yang dituntut tegas dan penuh tanggung jawab, Erni Yusnita, S.H., M.H., ternyata memiliki sisi lain yang jauh lebih lembut.


Sebelum berkutat dengan berkas perkara dan berbagai agenda kedinasan, Erni kerap menyempatkan diri melangkah ke sebuah kebun kecil di belakang kantor.

Di tempat sederhana itu, ia merawat tanaman melon yang tumbuh subur. Bagi Erni, kebun tersebut bukan sekadar lahan kosong yang dimanfaatkan, melainkan ruang untuk menumbuhkan semangat, kreativitas dan kemandirian.

Kini, buah-buah melon yang dirawat bersama jajaran Kejari Banyuasin mulai memasuki masa panen.


Momen tersebut kemudian menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan rangkaian menyambut Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang diperingati setiap 2 September.

Kejari Banyuasin menggelar Panen Raya Kebun Melon Adhyaksa Arama, Rabu (19/8/2026).

Erni Yusnita tampak turun langsung memanen melon dari tanaman yang selama ini dirawat di lingkungan kantor. Aktivitas tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana seorang pemimpin tidak hanya hadir di balik meja, tetapi juga mau turun langsung melihat dan mengembangkan potensi yang ada.

Kebun Melon Adhyaksa Arama sekaligus menjadi simbol semangat Kejari Banyuasin di bawah kepemimpinan Erni untuk terus berinovasi dan memanfaatkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai produktif.

Bagi Erni, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang menghasilkan buah melon. Lebih dari itu, kebun tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya positif di lingkungan kerja sekaligus mendukung semangat ketahanan dan kemandirian pangan.

Di tengah kesibukan menjalankan tugas penegakan hukum, Erni menunjukkan bahwa perhatian terhadap hal-hal sederhana di lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber inspirasi.

Dari sebuah kebun kecil di belakang kantor, tumbuh sebuah pesan besar: setiap lahan dan potensi yang ada dapat dimanfaatkan jika dikelola dengan kemauan, kreativitas dan kebersamaan.

Panen raya itu pun menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan jajaran Kejari Banyuasin. Para pegawai tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi turut terlibat dalam kegiatan produktif yang memberikan suasana berbeda di lingkungan kerja.

Bagi Erni Yusnita, semangat seperti inilah yang ingin terus ditanamkan. Inovasi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perubahan justru berawal dari langkah sederhana—seperti memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun yang menghasilkan.

Melalui Adhyaksa Arama, Kejari Banyuasin ingin menunjukkan bahwa institusi penegak hukum juga dapat mengambil bagian dalam mendukung program pembangunan, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal dan penguatan semangat kemandirian pangan.

Dan pagi itu, di antara hijaunya tanaman melon serta buah-buah yang siap dipetik, sisi lain seorang Kajari terlihat jelas. Ketegasan Erni Yusnita sebagai pemimpin berjalan beriringan dengan kepeduliannya merawat sesuatu yang tumbuh—sebuah kebun kecil yang menyimpan semangat besar untuk terus berinovasi dan memberi manfaat. (Muzer)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment