Siswa PPPJ Angkatan 83 Gelombang II Ikuti Pelatihan Menembak di Bumi Marinir Cilandak, Keselamatan Jadi Prioritas
| PPPJ Angkatan 83 Gelombang II Berlatih Menembak di Bhumi Marinir Cilandak |
JAKARTA – Siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang II Tahun 2026 mengikuti pelatihan menembak sebagai bagian dari rangkaian pendidikan dan pembentukan jaksa. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tembak Jusman Puger, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026).
Dalam pelatihan
tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan dan praktik menembak menggunakan
pistol jenis FN. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan penggunaan senjata
laras panjang di lapangan tembak khusus senjata laras panjang yang berada di
kawasan Bhumi Marinir Cilandak.
Sebelum memasuki area lapangan tembak, seluruh peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari instruktur mengenai prosedur keamanan dan keselamatan. Pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan menembak, tetapi juga pemahaman peserta terhadap disiplin dan tanggung jawab dalam penggunaan senjata api.
Instruktur
pelatih menembak pistol, Serka (Mar) Adhi Waluyo, menekankan bahwa faktor
keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.
“Yang utama
adalah faktor keamanan dan keselamatan. Semuanya menembak atas perintah. Jadi,
jangan asal menembak,” ujar Adhi saat memberikan pengarahan kepada peserta.
Para peserta juga
diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung, antara lain pelindung telinga
dan kacamata keselamatan sebelum memegang senjata. Penggunaan perlengkapan
tersebut penting untuk melindungi peserta dari dampak suara tembakan maupun
berbagai partikel yang dapat membahayakan selama proses latihan.
Dalam sesi pengarahan, instruktur memberikan pemahaman mengenai posisi tubuh, cara memegang senjata, membidik sasaran, hingga prosedur penggunaan senjata secara disiplin sesuai instruksi pelatih.
Peserta juga
diingatkan untuk selalu menjaga kewaspadaan dan mengikuti setiap perintah
instruktur selama berada di lapangan tembak.
“Posisi tubuh
harus rileks, kepala tetap tegak dan mata fokus pada sasaran. Semua dilakukan
sesuai instruksi dan prosedur keselamatan,” kata instruktur.
Pelatihan
menembak tersebut diikuti seluruh siswa PPPJ Angkatan 83 Gelombang II dan
didampingi serta dikawal langsung oleh penyelenggara dan Matgaklin.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung
tertib, aman dan lancar.
Sementara itu,
secara terpisah, Ketua Umum Adhyaksa Shooting Club (ASC), Dr. Mashudi, S.H.,
M.H., saat dihubungi menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Mashudi yang
juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal pada Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendoakan agar seluruh peserta mengikuti
pelatihan dengan aman dan selamat.
“Saya mendoakan
semoga lancar, aman dan selamat,” ujar Mashudi.
Menurutnya,
pemahaman mengenai penggunaan senjata api penting dimiliki oleh para calon
jaksa, terutama agar mereka memahami aspek keselamatan dan tanggung jawab dalam
penggunaan senjata.
“ Mereka harus
tahu penggunaan senjata api, agar tidak membahayakan diri mereka sendiri,
keluarga dan orang lain,” katanya.
Pelatihan ini
diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan dasar peserta dalam menembak,
tetapi juga membangun sikap disiplin, kehati-hatian dan tanggung jawab dalam
setiap penggunaan senjata api. (Muzer)