Berita Terbaru

Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gelar Pelatihan Resepsionis Berstandar ASEAN

 



JAKARTA – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) resmi menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Resepsionis Tahun 2026.


Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas, kompetensi, serta daya saing tenaga kerja layanan front office perhotelan di Jakarta ini berlangsung pada 19–20 Mei 2026 untuk sesi pelatihan intensif, kemudian dilanjutkan dengan Uji Kompetensi BNSP pada 21 Mei 2026.

Pelatihan yang digelar di Ruang Cempaka 1, Lantai 1, The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat tersebut diikuti oleh 40 peserta yang telah lolos tahapan seleksi administrasi dan pre-test.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kurikulum pelatihan kali ini mengacu pada Toolbox ASEAN, yakni standar pendidikan pariwisata dan perhotelan tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, peserta juga dibekali materi khusus mengenai pelayanan bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari penguatan konsep pariwisata inklusif.


Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata menegaskan pentingnya peran strategis resepsionis dalam mendukung kemajuan industri pariwisata Jakarta.

“Resepsionis adalah garda terdepan sekaligus cerminan pertama dari kualitas pelayanan pariwisata di Jakarta. Di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif, kita tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mahir secara administratif, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi kelas dunia, adaptif terhadap standar internasional, serta mampu merepresentasikan keramahan Jakarta yang inklusif untuk semua kalangan,” ujar Andhika Permata.


Ia menambahkan, implementasi kurikulum berstandar ASEAN diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Jakarta di tingkat internasional.

Untuk memastikan materi tersampaikan secara komprehensif, P4Ekraf menggandeng instruktur profesional dari Kedua Bersaudara Training & Consulting serta menghadirkan narasumber ahli di bidang inklusivitas.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi kompetensi inti, mulai dari manajemen reservasi, pemrosesan transaksi keuangan, penanganan konflik, komunikasi bahasa Inggris operasional, hingga materi khusus bertajuk “Jakarta Kota Inklusif Ramah Disabilitas”.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Endrati Fariani menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal secara gratis dan profesional.

“Pelatihan berbasis kompetensi ini dibiayai penuh oleh APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026. Kami ingin memastikan seluruh aspek pelayanan di sektor akomodasi Jakarta mampu setara dengan standar hotel terbaik di Asia Tenggara,” kata Endrati Fariani.

Ia juga menekankan pentingnya aspek keadilan sosial dalam pelayanan pariwisata. Menurutnya, materi tentang kota inklusif ramah disabilitas menjadi bagian penting agar para resepsionis mampu memberikan pelayanan prima tanpa diskriminasi kepada setiap tamu yang datang ke Jakarta.

Melalui program yang diakhiri dengan ujian sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui LSP Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia ini, peserta yang dinyatakan kompeten nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri pariwisata terhadap tenaga kerja yang profesional, siap kerja, serta mampu mendukung peningkatan citra positif pariwisata Jakarta di masa mendatang. (Red/Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment