JAM INTEL Siap Kawal Proyek Strategis Nasional Pembangunan 1000 Kampung Nelayan Merah Putih
JAKARTA- Jaksa Agung Muda Bidang
Intelijen (JAM INTEL) menggelar Rapat Pendahuluan (Entry Meeting)
Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) untuk Program/Kegiatan Pembangunan 1000
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung
Utama Kejaksaan Agung pada Senin, 18 Mei 2026 dan dipimpin langsung oleh Plt.
Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen (Sesjamintel) Sarjono Turin mewakili
Jaksa Agung Muda Intelijen.
Acara ini dihadiri oleh Inspektur
Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ade Tajudin Sutiawarman,
jajaran Direktur pada JAM INTEL, perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan
Tangkap, serta jajaran Kepala Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia yang hadir
secara daring.
Dalam sambutan Jamintel yang dibacakan
oleh Plt. Sesjamintel, dijelaskan bahwa Program Pembangunan 1000 KNMP merupakan
salah satu Proyek Prioritas Pemerintah yang pelaksanaannya didasarkan pada
Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan
Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.
“Proyek strategis nasional dengan total
nilai pengamanan mencapai Rp 5.170.000.000.000 (lima triliun seratus
tujuh puluh miliar rupiah) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
nelayan melalui penyediaan infrastruktur modern seperti pelabuhan, fasilitas
modern untuk produksi dan distribusi, serta mendorong partisipasi aktif
masyarakat dan UMKM,” ujar Plt. Sesjamintel.
Selain itu, proyek ini menjadi tiang
penopang krusial dari pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden,
khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, ekonomi
kreatif, ekonomi biru, hilirisasi industri, serta pembangunan ekonomi yang
merata dari tingkat desa demi memberantas kemiskinan.
Plt. Sesjamintel menegaskan bahwa
pengawalan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bidang Intelijen
Kejaksaan dalam mengamankan pembangunan strategis nasional guna mendukung
keberhasilan jalannya pemerintahan.
Langkah mitigasi ini diajukan oleh
Direktorat IV (Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis) pada JAM INTEL guna
mengantisipasi adanya potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan
(AGHT), baik yang bersifat personel, materiil, maupun hambatan birokrasi yang
berisiko menggagalkan proyek tersebut.
Plt. Sesjamintel menekankan bahwa
kesuksesan proyek ini membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh pemangku
kepentingan (stakeholders). Melalui sinergi yang kokoh, diharapkan
pelaksanaan proyek nasional ini dapat berjalan secara komprehensif dan mencapai
target utama, yaitu Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran.
“Entry Meeting ini menjadi
langkah awal yang penting untuk menyatukan visi, misi, serta merumuskan langkah
konkret di lapangan demi menjamin kelancaran dan keamanan pembangunan
infrastruktur bagi para nelayan di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Red)
