Badiklat Kejaksaan Dibawah Komando Leonard Simanjuntak, 505 Siswa PPPJ Digembleng Karate Gojukai
![]() |
| Tak Hanya Hukum, Calon Jaksa Dibekali Bela Diri Karate |
JAKARTA – Sebanyak 505 siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang I Tahun 2026 tampak antusias mengikuti pelatihan bela diri karate aliran Gojukai, yang digelar Selasa sore (10/02/2026) di lapangan apel Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta.
Program pelatihan
ini digagas langsung oleh Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Dr. Leonard
Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar
Gojukai Indonesia periode 2025–2030. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari
strategi pembentukan karakter calon jaksa yang tidak hanya unggul secara
intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental.
Pelatihan karate kali ini menghadirkan para instruktur, baik laki-laki maupun perempuan, dari unsur Gojukai DKI Jakarta. Untuk menjaga efektivitas dan kenyamanan peserta, pelatihan dibagi berdasarkan gender, yakni instruktur perempuan melatih peserta PPPJ perempuan, sementara instruktur laki-laki melatih peserta PPPJ laki-laki.
Pantauan di
lapangan menunjukkan suasana latihan berlangsung dinamis dan penuh semangat.
Para peserta terlihat serius mengikuti setiap instruksi, mulai dari teknik
dasar kuda-kuda, pukulan, tangkisan, hingga simulasi gerakan pertahanan diri
dalam situasi darurat.
Pembekalan bela
diri ini dinilai sangat penting untuk membangun kepercayaan diri calon
jaksa dalam menghadapi berbagai potensi risiko di lapangan, termasuk saat
berhadapan dengan tersangka, saksi, maupun situasi yang berpotensi mengancam
keselamatan.
Dukungan Kabadiklat
Sebelumnya, Dr.
Leonard Simanjuntak menegaskan bahwa pelatihan karate merupakan bagian
integral dari kurikulum pembentukan calon jaksa. Menurutnya, aparat penegak
hukum tidak cukup hanya dibekali kemampuan hukum dan administrasi, tetapi juga
harus memiliki kesiapan fisik untuk menghadapi dinamika tugas.
“Kita siapkan
karate sebagai salah satu bekal penting. Ini bagian dari keterampilan fisik
agar para jaksa siap menghadapi kondisi lapangan, termasuk ketika menghadapi
tersangka berisiko tinggi, DPO, atau dalam proses pengamanan persidangan,” ujar
Leonard, yang juga merupakan pemegang sabuk hitam Dan VI Gojukai
Internasional.
Leonard
menambahkan, melalui latihan karate, peserta PPPJ juga dilatih untuk memiliki disiplin,
pengendalian diri, keberanian, serta mental baja, yang sejalan dengan
nilai-nilai dasar profesi jaksa sebagai penegak hukum.
Dengan adanya
program ini, Badiklat Kejaksaan RI berharap para calon jaksa tidak hanya
menguasai teori hukum dan kemampuan teknis yudisial, tetapi juga memiliki
ketahanan fisik, kesiapsiagaan, serta karakter yang kuat dalam menjalankan
tugas di tengah tantangan lapangan yang semakin kompleks.
Pelatihan bela
diri karate Gojukai ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Badiklat
Kejaksaan dalam mencetak jaksa yang profesional, berintegritas, dan siap
menghadapi berbagai situasi secara komprehensif, baik dari aspek hukum, mental,
maupun fisik. (Muzer)
.jpeg)

