BREAKING NEWS

Dukung Asta Cita Presiden, BNNP Jateng Perluas Kerja Sama Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi Narkoba

 


   
SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Toton Rasyid, S.H., M.H. terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba melalui penguatan layanan rehabilitasi dan pascarehabilitasi secara berkelanjutan.

Teranyar, BNNP Jawa Tengah memperkuat jejaring layanan rehabilitasi dan pascarehabilitasi narkoba melalui kegiatan audiensi dan kunjungan kerja ke sejumlah mitra strategis, yakni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Soerojo Magelang, RSUD Temanggung, Sentra Terpadu Kartini Temanggung, serta BNNK Temanggung, Selasa (20/1/2026).

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, dalam keterangannya mengatakan bahwa audiensi dan kerja sama lintas sektor ini merupakan bagian dari strategi nasional BNN dalam membangun sistem rehabilitasi narkoba yang terintegrasi, berkesinambungan, dan berbasis pemulihan jangka panjang.

“Penguatan jejaring layanan merupakan kunci keberhasilan rehabilitasi narkoba. Rehabilitasi tidak berhenti pada pemulihan medis semata, tetapi harus dilanjutkan dengan penguatan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan reintegrasi sosial,” ujar Toton Rasyid yang juga merupakan jaksa aktif.

Menurut Toton, sinergi dengan rumah sakit rujukan serta Sentra Terpadu Kartini menjadi langkah strategis untuk memastikan klien rehabilitasi tidak hanya pulih secara fisik dan mental, tetapi juga mampu kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.

“Penguatan program pascarehabilitasi ini sejalan dengan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam agenda pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan produktif,” jelas Toton, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Direktur Hukum BNN Pusat.

Ia menambahkan, paradigma rehabilitasi saat ini tidak lagi dipandang semata sebagai proses pemulihan dari ketergantungan narkoba, melainkan sebagai proses komprehensif untuk menyiapkan klien agar memiliki bekal keterampilan hidup (life skills) dan daya saing setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.

“Upaya rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang terintegrasi ini merupakan kontribusi nyata BNN dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, terutama dalam menciptakan SDM yang sehat, berdaya, mandiri, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, dr. Nova Dwiyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BNNP Jawa Tengah serta menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program pascarehabilitasi narkoba.

“Kami siap bersinergi dengan BNNP Jawa Tengah dalam memberikan layanan pascarehabilitasi, khususnya dalam penguatan keterampilan, pelatihan kerja, dan pemberdayaan sosial bagi para klien,” ujar dr. Nova.

Ia berharap, kolaborasi lintas sektor ini dapat menjadi model layanan rehabilitasi yang berkelanjutan, sehingga para penyintas penyalahgunaan narkoba tidak kembali terjerumus, melainkan mampu bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih produktif di tengah masyarakat. (Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment