Kabadiklat Harli Siregar Dorong Insan Adhyaksa Perkaya Ilmu Hukum melalui Literasi Buku di Era Digital
![]() |
Harli Siregar Ajak Insan Adhyaksa Perkuat Budaya Membaca dan Menulis di Era Digital (Foto: Ist)
|
JAKARTA – Kepala Badan Pendidikan dan
Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum.,
mendorong insan Adhyaksa untuk terus memperkaya pengetahuan dan keilmuan hukum
melalui budaya membaca dan menulis di tengah perkembangan era digital.
Pesan tersebut disampaikan Harli Siregar saat menghadiri sekaligus memberikan apresiasi dalam acara “Book Party” yang diselenggarakan Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) di Nusantara Hall, Gedung NT Tower, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026).
Sebagai alumni
USU, Harli menilai kegiatan literasi seperti “Book Party” memiliki arti penting
dalam mendorong lahirnya gagasan, pengetahuan, dan inovasi baru, khususnya bagi
para profesional dan aparat penegak hukum.
Acara tersebut
turut dihadiri Presiden Komisaris NT Corp, Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, M.M.,
serta sekitar 370 penulis yang merupakan alumni USU.
Dalam kesempatan
itu, Harli menekankan bahwa buku, baik dalam bentuk fisik maupun digital, tetap
memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan. Menurutnya, kemajuan
teknologi digital justru harus dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap
ilmu pengetahuan dan memperkuat budaya literasi.
“Literasi bukan
hanya persoalan membaca, tetapi juga bagaimana pengetahuan yang kita peroleh
dapat melahirkan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Harli.
Ia menambahkan,
kebiasaan membaca dan menulis dapat menjadi bekal penting bagi aparat penegak
hukum dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Penguasaan ilmu
pengetahuan yang kuat, kata Harli, akan mendukung peningkatan profesionalisme, produktivitas,
serta kualitas dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam bidang penegakan hukum
dan pembangunan perekonomian.
Kehadiran
Kabadiklat Kejaksaan RI dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk
dukungan terhadap para penulis, khususnya alumni USU, untuk terus berkarya dan
menghasilkan karya-karya yang berkualitas.
Harli berharap
“Book Party” tidak berhenti sebagai ajang apresiasi terhadap karya tulis,
tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan membangun semangat
baru dalam mengembangkan budaya literasi.
Menutup
sambutannya, Harli mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk menjadikan membaca dan
menulis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri.
Dengan semangat
literasi yang terus digelorakan, insan Adhyaksa diharapkan mampu menjadi garda
terdepan dalam penerapan hukum yang berkeadilan, profesional, dan
berintegritas, dengan didukung penguasaan ilmu pengetahuan yang memadai di
tengah perkembangan era digital. (Muzer)

