Peduli Kesehatan Lansia, KBPA Pusat Gelar Seminar Kesehatan di Badiklat
JAKARTA- Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) menggelar seminar kesehatan bertema “Menjadi Lansia Sensasional” sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran para anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KBPA Nur Rochmad mengapresiasi terselenggaranya seminar kesehatan yang merupakan bagian dari program kerja Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta bidang kerohanian.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan bagi para anggota KBPA yang sebagian besar telah memasuki usia lanjut.
“Tema seminar ‘Menjadi Lansia Sensasional’ dengan hidup sehat perlu kita ketahui sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan. Meski sudah memasuki usia lansia, semangat untuk terus memberdayakan diri dan menjalani hidup sehat harus tetap dijaga,” ujar Nur Rochmad saat membuka seminar yang berlangsung di Gedung Satya Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua III KBPA Loeke Larasati Agoestina beserta jajaran pengurus bidang yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan berkolaborasi bersama kelompok Kerohanian Nasrani KBPA yang bertepatan dengan kegiatan kebaktian bulanan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bu Loeke dan seluruh rekan yang telah bekerja dengan niat baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Ini sejalan dengan tagline besar KBPA, yakni 'semakin tua makin bahagia'. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperoleh ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Nur Rochmad menegaskan bahwa memasuki usia senja tidak menjadi alasan untuk berhenti menjaga kesehatan. Menurutnya, kesehatan yang baik akan memberikan kenyamanan hidup, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
Senada dengan itu, Ketua Kerohanian Nasrani KBPA D.H. Panjaitan turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus pusat KBPA yang telah menginisiasi penggunaan ruang di Badiklat Kejagung untuk kegiatan ibadah dan seminar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus KBPA dan Badiklat Kejaksaan Agung yang telah memberikan dukungan serta tempat untuk kegiatan ini. Mudah-mudahan kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujar D.H. Panjaitan.
Dalam pemaparannya, dr. Kartika Prasaswati menjelaskan bahwa definisi sehat tidak hanya berarti terbebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial sebagaimana yang didefinisikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Sehat bukan hanya tidak sakit. Sehat adalah kondisi fisik, mental, dan sosial yang baik. Seseorang dikatakan sehat ketika memiliki energi untuk beraktivitas, merasa damai, bersyukur, serta mampu menjalani kehidupan dengan baik,” jelas dr. Kartika.
Ia menekankan bahwa kualitas hidup lansia sangat ditentukan oleh pola hidup sehari-hari, terutama pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan minimnya paparan zat berbahaya.
Menurut dr. Kartika, makanan merupakan fondasi utama kesehatan karena menjadi bahan baku pembentukan seluruh sel tubuh.
“Makan bukan hanya untuk kenyang, tetapi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Karena itu, pilihlah makanan yang padat nutrisi agar tubuh mendapatkan bahan baku terbaik untuk tetap sehat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Kartika mendorong para lansia untuk meningkatkan konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan setiap hari. Ia menyarankan konsumsi tiga hingga empat mangkuk sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat.
Selain itu, kebutuhan protein juga harus diperhatikan karena lansia rentan mengalami penurunan massa otot.
“Protein sangat penting bagi lansia untuk menjaga kekuatan otot, keseimbangan tubuh, kesehatan tulang, dan daya tahan tubuh. Semakin baik massa otot seseorang, semakin baik pula kualitas kesehatannya,” ujarnya.
Sumber protein yang dianjurkan antara lain telur, ikan, ayam tanpa lemak, tempe, dan tahu.
Dokter Kartika juga mengingatkan bahaya konsumsi makanan ultra proses seperti makanan kemasan, minuman berpemanis, sosis, kornet, dan berbagai produk instan yang mengandung kadar gula, garam, serta bahan tambahan pangan yang tinggi.
Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gangguan pencernaan, hingga gangguan kesehatan mental.
“Makanan ultra proses memang praktis, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Karena itu, kita perlu kembali membiasakan pola makan yang lebih alami dan seimbang,” jelasnya.
Melalui seminar ini, KBPA berharap para anggota dapat memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Semangat “semakin tua, makin bahagia” yang menjadi tagline organisasi diharapkan dapat diwujudkan melalui gaya hidup sehat sehingga para lansia tetap aktif, produktif, mandiri, dan menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Kegiatan ini selain dihadiri Ketua Umum KBPA Nur Rochmad, juga ada Wakil Ketua Umum KBPA Setia Untung Arimuladi, Ketua Kerohanian Nasrani KBPA D.H. Panjaitan, Ketua III KBPA Loeke Larasati Agoestina.
Nampak hadir Bendahara Umum KBPA Sugiyono, serta sejumlah pengurus dan anggota senior KBPA, serta Pengurus Daerah KBPA DKI Jakarta, termasuk peserta berusia diatas 80 Tahunan. (Muzer/ EP)
