BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4


Penutupan Diklat Induksi CPNS KPK di Badiklat Kejaksaan, Kabadiklat: Pendidikan Melahirkan Kualitas bibit/benih Menjadi Profesionalitas

  Kabadiklat Kejaksaan RI Tony Spontana (foto-foto Muzer)   JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi   (KPK) menggelar upacara penutupan D...

 

Kabadiklat Kejaksaan RI Tony Spontana (foto-foto Muzer)


 

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) menggelar upacara penutupan Diklat Induksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) KPK tahun 2024, sebanyak 214 CPNS KPK telah menyelesaikan Diklat di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI selama seminggu yang dimulai sejak hari Senin tanggal 22 sampai dengan hari Jumat,26 April 2024. Sebelum penutupan dimulai seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti bincang pimpinan tentang Integritas: Keselarasan pikiran, perkataan dan perbuatan dengan standar norma/ hukum/nilai yang berlaku, bersama Ketua KPK Nawawi Pomolango dengan dihadiri langsung oleh Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Tony Spontana.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana.

Kabadiklat Kejaksaan RI Tony Spontana menyampaikan terselenggaranya Diklat Induksi CPNS KPK berkat kerjasama dan kolaborasi antara KPK dan Badiklat Kejaksaan, kerjasama meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, Pengembangan kualitas pengelolaan fungsi pendidikan dan pelatihan, pemanfaatan sarana dan prasarana Diklat, dan bentuk kerjasama lainnya yang disepakati berkenaan dengan peningkatan sumber daya manusia.

Tony pun menegaskan Diklat ini adalah tempat persemaian bibit bibit penegak hukum yang profesional, “Relevansi dalam pendidikan ini adalah bibit bibit dan benih benih profesionalitas,” ujarnya.

Turut hadir dalana acara penutupan Diklat CPNS KPK,  Sekretariat Jenderal, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi, Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Tim Panitia Penyelenggara dari Badiklat Kejaksaan RI dan Tim Panitia KPK.


“ Sebuah kesempatan emas yang akan menandai awal perjalanan Anda dalam mengabdikan diri untuk memerangi korupsi, sebuah kejahatan luar biasa yang menjadi musuh bersama kita saat ini,” ujar Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat  Komisi Pemberantasan Korupsi, Wawan Wardiana pada upacara penutupan pelatihan induksi bagi calon pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi di Aula Sasana Adhika Karyya, Kampus A Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Jumat (26/4/2024)

Wawan pun menegaskan KPK bukan semata lembaga penegak hukum biasa. KPK adalah simbol harapan bagi rakyat Indonesia, sebuah lembaga yang berada di garda  terdepan dalam perang melawan korupsi, dan dalam memastikan bahwa setiap rupiah uang negara digunakan secara transparan, akuntabel, dan dengan integritas yang tinggi.


“ Dan inilah panggilan yang diemban setiap insan yang berada di barisan KPK: untuk menjadi Pejuang Pemberantasan  Korupsi, panggilan untuk menjadi pahlawan masa kini, melawan setiap  bentuk korupsi dengan keberanian, keadilan, dan kejujuran, serta dengan integritas yang tertancap di dalam diri-diri kita,” bebernya.

“ Saat kita memandang kembali perjalanan yang telah kita lalui bersama  selama pelatihan ini, saya ingin mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, instruktur, dan tim pendukung yang telah berjuang keras dan berdedikasi dalam menghadapi setiap tantangan dalam penyelenggaraan pelatihan ini,” imbuhnya.

Wawan menilai terselenggaranya pelatihan ini bukanlan perjalanan yang mudah, banyak dinamika dan kendala yang mungkin dihadapi oleh tim panitia dalam persiapan pelaksanaannya mengingat waktu persiapan yang  cukup singkat, namun semangat, ketekunan, dan kerja keras kalian telah  membuahkan hasil yang membanggakan, sehingga pelatihan induksi ini dapat berjalan lancar, dan pada hari ini kita bisa melaksanakan penutupan  pelatihan ini dengan baik

“ Kita telah sama-sama merenungkan dan mendiskusikan nilai-nilai  integritas, keadilan, dan kejujuran sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas sebagai pejuang pemberantasan korupsi. Dan yang paling penting, kita telah membentuk ikatan kebersamaan dan kesetiakawanan yang kokoh, sebuah pondasi yang kuat bagi langkah-langkah kita selanjutnya,”ujarnya.

Pada kesempatan ini Wawan juga mengingatkan, mengawali babak ini pihaknya tidak lupa akan tanggung jawab yang menanti di depan. “ Tanggung jawab untuk menjaga api semangat ini tetap berkobar dalam diri kita masing-masing. Tanggung jawab untuk mengaplikasikan semua yang telah kita pelajari dan kita pahami ke dalam setiap tindakan dan keputusan kita dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kita kedepan,” tegasnya.

Wawan pun menambhakan para peserta (CPNS KPK) semua adalah agen perubahan yang akan membawa harapan kepada bangsa ini. “ Anda adalah para pejuang antikorupsi, yang harus siap melawan korupsi, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata dan keberanian yang kuat. Jadikanlah setiap langkah yang kalian ambil sebagai langkah yang membawa kebaikan, setiap keputusan sebagai wujud komitmen terhadap kebenaran, dan setiap tindakan sebagai perwujudan dari nilai-nilai integritas sebagaimana yang telah kalian dapatkan selama pelatihan ini,” tandasnya. (Muzer)

 

COMMENTS