Berita Terbaru

Fatkhuri, Komandan Upacara Berwibawa di Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81

 


Tegap, Lantang, dan Berwibawa, Fatkhuri Curi Perhatian di Upacara Hari Lahir Kejaksaan


JAKARTA — Langit cerah yang membentang di atas kawasan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026), menjadi saksi pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.


Upacara yang berlangsung di Lapangan Badiklat Kejaksaan RI tersebut digelar dengan penuh khidmat dan wibawa. Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Namun, di tengah khidmatnya pelaksanaan upacara, perhatian peserta dan undangan juga tertuju kepada sosok Fatkhuri, Kasubdit 1C Pertahanan dan Keamanan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, yang dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Upacara.

Dengan penampilan tegap dan penuh kewibawaan, Fatkhuri memimpin jalannya seluruh rangkaian upacara. Mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) khas Korps Adhyaksa, sosoknya tampil semakin gagah dengan perlengkapan dinas yang dikenakannya.


Langkahnya yang mantap, sikap sempurna, serta suara lantang saat memberikan aba-aba membuat suasana upacara semakin tertib dan penuh khidmat. Setiap komando terdengar jelas hingga ke barisan belakang, memastikan seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan disiplin dan keseragaman.

Tak sedikit peserta yang memberikan perhatian terhadap kepemimpinan Fatkhuri di lapangan upacara. Postur tubuhnya yang tegap serta kumis khas yang dimilikinya membuat sejumlah rekan menjulukinya “Inspektur Vijay”, merujuk pada salah satu karakter polisi dalam film India.

Julukan tersebut seakan menggambarkan karakter Fatkhuri yang dikenal tegas, berwibawa, dan memiliki kehadiran kuat ketika memimpin sebuah kegiatan.

Di hadapan ribuan peserta upacara, Fatkhuri tampil sebagai figur komandan yang mampu mengendalikan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh keyakinan. Suara komandonya yang lantang dan derap langkahnya yang mantap menjadi simbol kedisiplinan serta semangat Korps Adhyaksa.

“Penampilan Komandan Upacara yang tegas dan penuh kharisma menjadi bagian penting dalam keberhasilan jalannya prosesi hari ini,” ujar salah seorang peserta, menggambarkan kesan yang ditinggalkan oleh sosok Fatkhuri.

Upacara tersebut dihadiri Plt. Wakil Jaksa Agung, para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pemulihan Aset, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ketua Komisi Kejaksaan RI, para Staf Ahli Jaksa Agung, pejabat eselon II dan III, Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) beserta jajaran, para jaksa yang bertugas di instansi lain, serta peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang II.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa setiap tantangan dan keterpurukan yang pernah dihadapi Kejaksaan harus dijadikan sebagai momentum untuk bangkit dan menjadi lebih baik.

“Kita tidak boleh larut dalam keterpurukan. Setiap keterpurukan harus menjadi titik balik menuju keadaan yang lebih baik. Inilah saatnya kita bangkit bersama, memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan bahwa Kejaksaan mampu melewati setiap ujian sehingga menjadi semakin kuat,” tegas Jaksa Agung.

Menurut Jaksa Agung, kebangkitan Kejaksaan harus dibangun melalui soliditas dan solidaritas seluruh jajaran. Institusi Kejaksaan harus tetap berdiri sebagai satu kesatuan yang utuh atau een en ondeelbaar, dengan mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Selain itu, Jaksa Agung memberikan penekanan kuat mengenai pentingnya integritas bagi setiap Insan Adhyaksa. Setiap pegawai Kejaksaan, menurutnya, merupakan cerminan institusi sehingga sikap, tutur kata, dan perilaku yang ditunjukkan akan menentukan marwah Kejaksaan di mata masyarakat.

“Integritas adalah harga mati yang harus selalu kita junjung tinggi,” tegasnya.

Jaksa Agung juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjalani kehidupan secara sederhana dan tidak menyalahgunakan nama maupun kewenangan institusi untuk kepentingan pribadi.

“Jangan pernah meminta atau menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi, karena hal sekecil apa pun dapat menggadaikan martabat Kejaksaan yang telah kita jaga bersama,” ujar Jaksa Agung.

Lebih lanjut, seluruh jajaran Kejaksaan diminta untuk terus melaksanakan penegakan hukum secara profesional, objektif, adil, dan humanis. Dalam menjalankan tugasnya, setiap Insan Adhyaksa harus menggunakan hati nurani serta tetap berpedoman pada nilai-nilai luhur Tri Krama Adhyaksa: Satya, Adhi, dan Wicaksana.

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 di Badiklat Kejaksaan RI itu pun tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan institusi, tetapi juga memperlihatkan semangat kedisiplinan dan kebersamaan seluruh jajaran.

Di tengah barisan yang berdiri tegap dan suasana upacara yang penuh khidmat, Fatkhuri sebagai Komandan Upacara tampil menjadi salah satu sosok yang memberi warna tersendiri. Dengan komando yang tegas, suara yang lantang, dan kepemimpinan yang penuh wibawa, ia berhasil mengawal jalannya upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 hingga seluruh rangkaian berlangsung tertib dan penuh makna. (Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment