Berita Terbaru

Badiklat Kejaksaan Gelar Doa Lintas Agama untuk Keselamatan Peserta PPPJ, Leonard Eben Ezer: Keimanan Fondasi Integritas Penegak Hukum

 

Kabadiklat Kejaksaan RI Pimpin Doa Lintas Agama, Bekali Peserta PPPJ Angkatan LXXXIII dengan Penguatan Iman dan Integritas



JAKARTA – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan Republik Indonesia menggelar Doa Lintas Agama sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi seluruh peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII Gelombang II Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Adhika Karya Badiklat Kejaksaan RI, Minggu (19/7/2026) malam, diikuti seluruh peserta PPPJ serta jajaran Badiklat Kejaksaan RI.


Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, yang mengajak seluruh peserta memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan keselamatan selama menjalani proses pendidikan.

Dalam sambutannya, Leonard memohon agar seluruh peserta PPPJ dijauhkan dari berbagai marabahaya, penyakit, kecelakaan, kelelahan fisik maupun tekanan mental yang dapat mengganggu proses pembentukan diri sebagai calon aparat penegak hukum.

Ia juga meminta para pemuka agama untuk mendoakan seluruh peserta dan keluarga besar Badiklat agar senantiasa berada dalam lindungan Tuhan serta terhindar dari segala bentuk gangguan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.


"Kami berharap Badiklat Kejaksaan menjadi tempat yang aman, tenteram, bersih, dan penuh keberkahan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti pendidikan dengan baik," ujar Leonard.

Lebih jauh, Leonard menegaskan bahwa pendidikan di Badiklat bukan sekadar membentuk kemampuan akademik dan teknis, melainkan juga membangun karakter, moral, dan kepribadian para calon jaksa.

Menurutnya, penguatan keimanan merupakan fondasi utama dalam membentuk integritas dan kepemimpinan seorang penegak hukum.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menemukan "grand why", yakni alasan mendasar mengapa mereka dipilih dan dipanggil menjadi calon jaksa.


"Renungkan mengapa Saudara berada di sini. Mengapa Saudara dipilih dan dipercaya menjadi calon penegak hukum. Karena Saudara sedang dipersiapkan menjadi penjaga hukum yang melindungi kepentingan masyarakat, menjaga kehormatan institusi, dan menjalankan kewenangan negara secara adil, bertanggung jawab, serta berlandaskan hati nurani," pesannya.

Kabadiklat juga kembali mengingatkan tema besar PPPJ Tahun 2026 yang harus menjadi pedoman seluruh peserta, yaitu:

"Mewujudkan Penegak Hukum yang Profesional, Berintegritas, dan Berkapabilitas Tinggi dalam Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas 2045."

Leonard menjelaskan bahwa profesional berarti bekerja berdasarkan ilmu pengetahuan, ketelitian, standar, dan tanggung jawab. Integritas berarti tetap jujur dalam segala keadaan, termasuk ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Sementara berkapabilitas tinggi berarti memiliki semangat belajar tanpa henti, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta siap menghadapi dinamika dan tantangan kejahatan modern.

Menurutnya, kepemimpinan tidak dimulai ketika seseorang menduduki jabatan, melainkan sejak proses pendidikan.

"Calon pemimpin masa depan harus mulai membiasakan diri menaati aturan, menghormati sesama, disiplin, serta mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Leonard juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan Kejaksaan Republik Indonesia agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh pimpinan dan insan Adhyaksa selalu diberi kesehatan, keselamatan, kebijaksanaan, keberanian, keteguhan, dan kejernihan dalam menjalankan amanah demi menjaga marwah Kejaksaan serta mempertahankan kepercayaan publik.

Menutup sambutannya, Leonard berpesan agar seluruh peserta menjalani pendidikan dengan hati yang bersih, pikiran terbuka, tubuh yang sehat, serta semangat yang kuat.

"Jagalah ibadah, kesehatan, dan kedisiplinan. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti PPPJ dengan sehat, aman, lancar, sukses, serta kelak menjadi jaksa dan auditur militer yang profesional, berintegritas, berkapabilitas tinggi, beriman, berdisiplin, dan setia kepada bangsa, negara, serta konstitusi," tuturnya.

Usai sambutan Kabadiklat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dan doa yang dipimpin oleh Ustaz H. Muhammad Iwan Zawawi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa doa merupakan kekuatan spiritual yang menjadi tiang agama dan sumber pertolongan dari Allah SWT dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.

Sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman, Badiklat Kejaksaan RI juga menghadirkan pemuka agama dari berbagai keyakinan, yakni Islam, Katolik, Protestan, dan Hindu. Masing-masing memimpin doa sesuai ajaran agamanya, mencerminkan semangat toleransi, persatuan, dan kebersamaan dalam lingkungan Badiklat Kejaksaan RI.

Melalui kegiatan doa lintas agama ini, Badiklat Kejaksaan RI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak calon jaksa yang unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, integritas, serta karakter kepemimpinan yang kokoh sebagai bekal mengemban tugas penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045. (Muzer)

 

 

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment