Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak Tegaskan Semangat Penegakan Hukum pada Peringatan HUT RI ke-80
| Kabadiklat Kejaksaan RI Pimpin Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Ragunan. |
JAKARTA – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Apel Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan-Jakarta, Minggu (17/8/2025).
Upacara
berlangsung khidmat dengan Komandan Upacara Afrizal, Jaksa Senior di Pusdiklat Teknis dan Fungsional.
Seluruh jajaran Badiklat hadir, mulai dari Sekretaris Badiklat Dr. Ade
Tadjuddin, para Kapusdiklat, pejabat eselon III dan IV, para jaksa senior,
pegawai Badiklat, serta seluruh peserta PPPJ Angkatan 82 Gelombang I dan II.
Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, dan pembacaan naskah Pancasila oleh Inspektur Upacara. Dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945, pengucapan Tri Krama Adhyaksa, serta pembacaan Trapsila Adhyaksa Berakhlak oleh perwakilan siswa PPPJ.
Dalam
kesempatan itu, Kabadiklat membacakan amanat Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dalam pesannya, Jaksa Agung
menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus diwujudkan melalui penegakan hukum
yang adil, berintegritas, dan berpihak pada rakyat.
“Delapan puluh tahun yang lalu, bangsa ini memproklamasikan kemerdekaan. Namun, kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar: menjaga kedaulatan melalui penegakan hukum yang beradab,” tegas Jaksa Agung dalam sambutannya yang dibacakan secara tegas oelh Kabadiklat.
Jaksa Agung mengingatkan bahwa lahirnya Kejaksaan pada 2 September 1945 merupakan bagian dari fondasi negara hukum Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan dan Hari Lahir Kejaksaan menjadi simbol penting: kemerdekaan tanpa hukum hanyalah ilusi, sedangkan hukum tanpa semangat kemerdekaan kehilangan maknanya.
Mengangkat tema
HUT ke-80 Kemerdekaan RI, “Bersatu,
Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Jaksa Agung menekankan
peran Kejaksaan dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Sejalan
dengan usia Kejaksaan yang kini genap 80 tahun, tema Hari Bhakti Adhyaksa, “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju”,
dijadikan momentum untuk melakukan perubahan besar melalui:
·
pembangunan single prosecution system agar tidak
terjadi tumpang tindih kewenangan,
·
penguatan peran Advocaat Generaal sebagai penasihat
hukum negara yang independen,
·
pemanfaatan teknologi modern seperti kecerdasan
buatan, big data, dan sistem digital dalam pemberantasan korupsi dan kejahatan
terorganisir.
Meski demikian,
Jaksa Agung menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara hati nurani dan
prinsip keadilan tetap menjadi kompas utama.
Ia juga
menyoroti keberhasilan Kejaksaan dalam mengungkap kasus-kasus korupsi besar
yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. Menurutnya, korupsi adalah musuh
utama kemerdekaan karena merampas hak rakyat dan menghancurkan kepercayaan
publik.
“Tidak ada
ruang bagi pengkhianat hukum di tubuh Kejaksaan. Junjung tinggi integritas,
karena begitu integritas runtuh, seluruh bangunan kepercayaan akan roboh,”
tegasnya.
Selain itu,
menjelang berlakunya KUHP baru pada 2026 serta pembahasan RKUHAP, Jaksa Agung
menekankan peran vital Kejaksaan agar produk hukum nasional tidak hanya
menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga mencerminkan keadilan dan perlindungan
Hak Asasi Manusia.
“Melalui
modernisasi sistem, peningkatan kapasitas jaksa, dan sinergi lintas lembaga,
mari wujudkan penegakan hukum yang humanis sebagai bentuk pengabdian nyata
dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Kabadiklat membacakan sambutan Jaksa Agung.
Nasionalisme
sejati bagi penegak hukum bukan hanya kebanggaan sebagai bangsa, tapi tekad
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “ Pada moment kemerdekaan ini
mari kita kuatkan jiwa korsa, saling mendukung, dan bekerja sebagai satu tim
untuk menjaga kepercayaan publik” tegasnya.
“ Kepercayaan masyarakat adalah modal utama
kita. Tanpanya, kita hanya akan menjadi beban negara. Karena itu,
profesionalisme dan integrita harus menjadi nafas setiap insan adhyaksa”
jelasnya.
Di akhir amanatnya, Jaksa Agung mengajak
seluruh Insan Adhyaksa menjadikan momentum HUT Kemerdekaan ke-80 sebagai
pembaruan komitmen bersama.
“Kita adalah
benteng terakhir keadilan, pelindung hak rakyat, dan penjaga martabat bangsa.
Mari kita ukir sejarah dengan tinta emas integritas, keadilan, dan keberanian.
Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkasnya. (Muzer)