BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4

Jaksa Agung Menjadi Keynote Speaker Dalam Webinar FORWAKA “Mengangkat Marwah Kejaksaan Membangun Adhyaksa Yang Modern”

  Jaksa Agung Burhanudin menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Forwaka JAKARTA - Jaksa Agung RI Burhanuddin menjadi Key...

 








Jaksa Agung Burhanudin menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Forwaka


JAKARTA- Jaksa Agung RI Burhanuddin menjadi Keynote Speaker dalam Webinar yang diselenggarakan Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) dengan tema “Mengangkat Marwah Kejaksaan, Membangun Adhyaksa Yang Modern” secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu ( 15/12/2021)


Hadir dalam webinar ini secara luar jaringan (luring) di Press Room Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung yaitu Penasehat Forwaka Haris Fadillah sebagai Moderator, dan narasumber secara dalam jaringan (daring) yaitu Jaksa Senior/Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Ranu Mihardja, Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, Praktisi Hukum/Ketua Advokat Perekat Nusantara/Koordinator TPDI Petrus Salestinus, dan Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia Prof Dr. Suparji Ahmad. 


Dalam rilis tertulis yang disiarkan oleh Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menyatakan mengawali pemaparan Jaksa Agung RI atas nama pribadi maupun Pimpinan Kejaksaan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pihak Penyelenggara yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan ini. 


Jaksa Agung RI menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan webinar ini karena dapat menjadi sebuah sumbangsih riil pemikiran yang berasal dari kalangan insan pers, penggiat Anti Korupsi dan praktisi hukum dalam pembahasan peningkatan marwah Kejaksaan Republik Indonesia.


Jaksa Agung juga menyampaikan tema dalam webinar ini cukup menarik, yaitu berbicara tentang marwah maka kita akan sedikit banyak berbicara mengenai suatu kehormatan institusi, kehormatan dalam hal ini hanya dapat diraih dari bagaimana para insan Adhyaksa menggunakan kewenangannya secara baik dan benar serta berorientasikan pada penegakan hukum yang berkeadilan dan berkemanfaatan bagi masyarakat. Berkenaan dengan kewenangan, sebagaimana yang kita ketahui bersama peran Kejaksaan dalam proses penegakan hukum memegang peranan yang sangat penting, hal ini dikarenakan Kejaksaan merupakan pengendali perkara dimana asas dominus litis hanya dimiliki oleh seorang Jaksa.


" Tidak dapat kita pungkiri sistem hukum di Indonesia lebih mengedepankan aspek kepastian hukum, dimana penegakan hukum khususnya hukum pidana lebih dominan dipergunakan melalui sudut pandang punitif, saat ini hukum dirasa hampa tanpa memberikan manfaat berarti bagi masyarakat, khususnya kepada para pendamba keadilan dari kaum lemah, sehingga hukum menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat lemah," ujarnya.

Haris Fadillah Ahli Pers Dewan Pers sebagai Moderator sekaligus penggagas acara Webinar


“Berlandaskan alasan tersebut di atas, maka muncul kegelisahan dari benak saya bagaimana cara mengubah paradigma penegakan hukum dalam menghadirkan tujuan hukum secara tepat dalam menyeimbangkan nilai dan norma baik yang tersurat maupun tersirat, dan untuk menjawab hal tersebut Kejaksaan telah membuat regulasi penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif,” imbuhnya.

Ketua Umum Forwaka Zam Zam Siregar ( kedua dari kiri ) dari Hanter ( Harian Terbit ) mengikuti Webinar  secara daring 


Dikatakan aturan ini bertujuan untuk pemulihan kembali pada keadaan semula dan memberikan keseimbangan, perlindungan serta kepentingan korban. Konsep pemulihan dalam hal ini juga bertujuan memberikan kedamaian yang sempat pudar antara korban, pelaku, maupun masyarakat. Oleh karena itu keadilan yang dilandasi perdamaian pelaku, korban dan masyarakat yang menjadi moral etik restorative justice karena pada dasarnya keadilan dan perdamaian merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan.


Selain itu, Kejaksaan juga sangat berkomitmen dalam hal penegakan hukum secara konsisten dan tegas serta tidak pandang bulu, khususnya di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi, hal ini dibuktikan dengan penanganan perkara korupsi dengan klasifikasi big fish, di samping itu Kejaksaan telah melakukan terobosan hukum dengan penerapan tuntutan hukuman mati kepada terdakwa tindak pidana korupsi, hal ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera sekaligus sebagai upaya preventif agar masyarakat tidak coba-coba melakukan perbuatan korupsi. Selain itu, penegakan hukum di bidang tindak pidana korupsi tersebut tidak hanya berorientasikan pada bentuk penghukuman secara badan saja, namun dalam hal ini Kejaksaan juga berkomitmen untuk mengembalikan kerugian negara yang timbul dari tindakan koruptif para pelaku.



“Menjaga dan meningkatkan marwah Kejaksaan juga harus didukung dan ditunjang oleh profesionalitas dan integritas para Jaksa, salah satu tugas dan agenda utama pada saat saya diberi mandat oleh Presiden untuk menjabat Jaksa Agung adalah memulihkan marwah institusi Kejaksaan yang mana salah satu faktor utama dalam upaya tersebut adalah dengan meningkatkan integritas dan profesionalitas disetiap individu insan Adhyaksa,” ujar Jaksa Agung RI. 


Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dan kebijakan saya sebagai upaya memulihkan marwah Kejaksaan sehingga di berbagai kesempatan saya telah menegaskan dan mengajak kepada setiap insan Adhyaksa untuk selalu mengedepankan integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas, fungsi dan wewenang, hal tersebut dikarenakan sudah seharusnya kedua karakter tersebut telah melekat dan tertanam di dalam setiap insan Adhyaksa. Jaksa Agung RI juga telah menegaskan bahwa integritas dan profesionalitas bukan hanya sekedar bicara maupun retorika, akan tetapi juga sebuah tindakan nyata, karena tanpa karakter yang bersifat elementer tersebut manalah mungkin keadilan yang hakiki dapat diwujudkan.


Jaksa Agung RI mengatakan, pada kesempatan yang baik ini, dengan mengucap syukur sebagaimana yang kita ketahui bersama undang- undang atas Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia telah disahkan, semoga perubahan undang-undang mampu memulihkan, menjaga marwah institusi Kejaksaan serta menciptakan penguatan kelembagaan yang lebih baik untuk mendorong Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang terdepan dan menjadi role model dalam penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis.


Berdasarkan hal ini ada beberapa hal yang disampaikan Jaksa Agung yaitu:

Pertama, mempertegas penerapan asas single prosecution system bahwa kewenangan penuntutan harus tunggal dimana dalam hal ini Jaksa Agung merupakan Penuntut Umum tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), implikasi asas ini juga tercermin dari dicantumkannya JAM Pidmil pada Undang-Undang Kejaksaan akan semakin memperkuat kedudukan JAM Pidmil, sehingga kedepannya penyelesaian kasus dapat lebih terukur dan semoga tidak lagi disparitas penuntutan.


Kedua, melalui Undang-Undang Kejaksaan yang baru ini, Kejaksaan diberikan peran untuk menggunakan dan mengedepankan keadilan restoratif sebagai salah satu perwujudan dari diskresi penuntutan serta kebijakan leniensi. Prinsip keadilan hukum akan selalu menjadi hal yang utama dalam setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan dengan cara menimbang antara kepastian hukum dan kemanfaatan hukum, serta menyeimbangkan yang tersirat dan tersurat berdasarkan Hati Nurani.


Ketiga, pengembangan kesehatan yustisial, ini menjadi salah satu poin penting, dimana permasalahan kesehatan rohani dan jasmani tersangka atau terdakwa sering dijadikan alibi untuk menunda proses penegakan hukum. Hal ini menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menunda-nunda pemeriksaan. Oleh karena itu, Kejaksaan wajib menyelenggarakan kesehatan yustisial dalam bentuk pembangunan atau tata kelola rumah sakit Adhyaksa yang dapat mendukung penegakan hukum secara efektif dan efisien.


Keempat, kewenangan dalam pemulihan aset. Kejaksaan berwenang melakukan kegiatan penelusuran, perampasan, dan pengembalian aset perolehan tindak pidana dan aset lainnya kepada negara, korban, atau yang berhak. Keberadaan Pusat Pemulihan Aset memiliki legitimasi yang kuat melalui undang-undang ini.


Kelima, kewenangan pengawasan barang cetakan dan multimedia. Adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 6-13- 20/PUU/VIII/2010 tanggal 13 Oktober 2010 bahwa Kejaksaan sebagai lembaga negara yang melakukan pengamanan terhadap peredaran barang cetakan harus melakukan penyitaan atau tindakan hukum lain melalui proses peradilan. Mengingat perkembangan teknologi, maka tidak hanya barang cetakan namun juga harus diperluas kepada berbagai bentuk objek multimedia. Setiap tindakan pengawasan barang cetakan dan multimedia yang dilakukan oleh Kejaksaan harus melalui proses pengadilan baik melalui penetapan dan/atau putusan oleh Pengadilan.


Keenam, perlindungan Jaksa ini akan memberikan keamanan dan kenyamanan Jaksa beserta keluarganya terhadap adanya ancaman yang membahayakan diri, jiwa, dan/atau harta benda.


Ketujuh, status Jaksa sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki kekhususan. Jaksa memiliki karakteristik khusus yang tidak dapat dimiliki oleh PNS. Jaksa harus dipandang sebagai profesi hukum, sebab selain harus memiliki keahlian dan keterampilan hukum, Jaksa juga harus berperilaku sesuai dengan standar mminimum profesi Jaksa, kode etik profesi, dan doktrin Kejaksaan Tri Krama Adhyaksa.


Kedelapan, syarat usia menjadi Jaksa paling rendah 23 (dua puluh tiga) tahun dan paling tinggi 30 (tiga puluh) tahun, hal ini sebagai penyesuaian dari dunia pendidikan yang menghasilkan lulusan muda. Hal ini sekaligus untuk memberikan kesempatan karir yang lebih panjang.


Mengakhiri pemaparannya, Jaksa Agung RI berharap diberikan kekuatan, bimbingan, dan perlindungan kepada kita semua untuk senantiasa dapat memberikan kerja dan karya nyata yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. ( Muzer/ Rls ) 


COMMENTS

Name

Adhyaksa Shooting Club,1,Alumni,40,Alumni TAK-2022,4,Antisipasi Meluasnya PMK,1,ASN,1,Badiklat,328,Badiklat Kejaksaan,5,Badiklat Kejaksaan MoU,1,Banten,2,Berantas Praktek mafia Pungli PTSL,1,Berantas Praktik Mafia,1,Berhasil selamatkan aset negara,1,Berikan Pelayanan Hukum Grtais,1,Berikan Penyuluhan Hukum di SMAN-40,1,Berikan Penyuluhan Hukum di SMAN-41,1,BPJS,1,Cabjari,1,Daerah,5,dan Lakukan Penahanan,1,DPD dan PPWI,14,DPR,2,DPR- Kejagung,1,Evi Tamala Hibur Warga Desa Rejosari,1,Gelar Apel Perdana setelah pemerintah mengumumkan pelonggaran penggunaan masker,1,Gelar Apel Senin Pagi,1,Gelar Bakti Sosial,1,Gelar halal Bihalal,1,Gelar Penerangan Hukum,1,Gelar Upacara Peringatan hari Kebangkitan,1,Geledah Kantor Notaris terkait mafia tanah,1,Gempa,2,Golongan II Gelombang I,1,Hukum dan Kriminal,2,IAD Kejari Daerah Gelar Bakti Sosial,1,imbau pegawainya masuk kerja tertib,1,imbauan arus balik lebaran,1,Inspektur Jendral Kementerian Pertanian,3,Intelijen,6,Intelijen Kejagung,2,Irjen Kementerian Pertanian,2,Jaga Pangan jaga masa depan,1,Jakarta,1,Jaksa Agung Burhanuddin Shalat Idul Fitri di Lapangan Kejaksaan Agung,1,Jaksa Agung Resmikan Halo JPN,1,Jaksa Agung Tutup Musrenbang Tahun 2022,1,Jambin berikan sambutan Musrenbang Kejaksaan RI tahun 2022,1,Jampidmil,2,Jampidmil Kejagung,2,Jateng,1,Jawa Tengah,1,JPN Datun Mendapat Apresiasi,1,Kabadiklat Pimpin Apel Perdana,1,Kabadiklat Tony Berikan Sosialisasi Tentang Pembangunan ZI-WBK dan WBBM,1,Kabadiklat Tony Spontana Hadiri Musrenbang Kejaksaan RI tahun 2022,1,Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor,2,Kajagung,1,Kajari Pulang Pisau Menyapa Masyarakat Melalui Radio RRI Palangkaraya,1,Kajari Pulpis Pimpin Acara Pelantikan dan Sertijab,1,KASN,5,KASN Memediasi ASN Bermasalah,1,Kejagung,724,Kejagung Koruptor,1,Kejagung Penanganan Tipikor,3,Kejagung Restorative Justice,2,Kejagung tangkap DPO,2,Kejagung Teliti Berkas Indra Kenz,1,Kejagung Terima SPDP dari Bareskrim Polri,1,Kejar,1,Kejari,636,Kejari Daerah,30,Kejari Daerah Laksanakan Restoratif Justice,2,Kejari Daerah Tangkap Terpidana Korupsi,2,Kejari Depok,2,Kejari Gunung Mas Buka Aduan Online atasi masalah hukum,1,Kejari Jakarta Utara,11,Kejari Jepara,1,Kejari Mojokerto,1,Kejari MoU,2,Kejari Penerangan Hukum,1,Kejari Pulang Pisau Gelar Bimtek Penggunaan Simalsintan,1,Kejari Raih Penghargaan dan Apresiasi,1,Kejari Raih Predikat WBK dan WBBM,1,Kejari Restorative Justice,3,Kejari Vaksinasi,1,Kejat,1,Kejati,322,Kejati DKI,12,Kejati DKI Jakarta,5,Kejati DKI Jakarta Pindahan Sementara,1,Kejati Kalimantan,1,Kejati Kalimantan Tengah,4,Kejati Restoratif Justice,1,Kejati Sumatra,1,Klarifikasi Acara Halal Bi Halal,1,Komunisme,1,Korupsi,3,Korupsi Ekspor CPO,1,Kudus,1,Kunjungan Kerja di Sulawesi Utara,1,Kunjungan Ketua Parfi Anwar Fuady,1,kunjungan sidak pasar tradisional,1,Kunker Jaksa Agung,1,Lawyer Terbaik 2019,1,Mamuju,1,Masyarakat Dukung Kejagung Kerjar Aset para Koruptor Minyak Goreng,1,Minyak Goreng,1,MPR,1,Nasional,3,NTT,3,Opini,7,Pasca Pelonggaran Masker,1,Pembinaan,121,Pembubaran PT,1,Pembukaan PPPJ Angkatan 79 Gelombang I tahun 2022,1,Penangan Restoratife Justice,1,Penanganan kasus ayah perkosa anak kandungya sendiri,1,Penanganan Kasus Pencabulan,1,Penanganan Perkara Mafia Tanah,1,Penanganan Tipikor,4,Penerangan Hukum,1,penetapan tersangka Korupsi,3,Pengadilan Negeri Jakarta,3,Pengadilan Negeri Soe,1,Pengamat,2,Penggeledahan Terkait Kasus Mafia Tanah,2,Penghargaan bergengsi,1,Penyerahan tahap II Dugaan Pelanggaran HAM Berat Jampidsus,1,Penyidik Koneksitas Jampidmil,1,Penyidik Pidsus Periksa Saksi Dugaan Korupsi Minyak Goreng,1,Perayaan Paskah Nasional 2022,2,Peserta Diklat TAK Golongan II Mengikuti PBB,1,pidsus,6,PP-KBPA,2,Printahkan jajarannya untuk Eksekusi Perkara Lama,1,Program BPJS Ketenagakerjaan,1,Pulang Pisau Launching Aplikasi Simalsiltan,1,Raih Peringkat Terbaik Pelaporan Kinerja dan Anggaran,1,Restoratif Justice,1,Restorative Justice,1,Serang,2,Setelah Libur Cuti Lebaran.,1,Sulawesi,2,Sulbar,1,Terima Penghargaan,1,Tim Tabur Berhasil Tangkap Buronan,3,Tim Tabur Tangkap terpidana korupsi,1,Tipikor,1,Webinar,1,
ltr
item
Adhyaksa Foto Indonesia: Jaksa Agung Menjadi Keynote Speaker Dalam Webinar FORWAKA “Mengangkat Marwah Kejaksaan Membangun Adhyaksa Yang Modern”
Jaksa Agung Menjadi Keynote Speaker Dalam Webinar FORWAKA “Mengangkat Marwah Kejaksaan Membangun Adhyaksa Yang Modern”
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjP_oDf_Rrcj-hcWESyONkcPqVUUqn8xdvH4hwPkq8uzjF9ZzB6CO--K9Fvp1R5whA3bqXWcwBaQc6ksK0BJnPu9lzHZ-7kDToYemnFe9ZzcAH-6ubuMUPEwQGLiwl3HX9ijR8ayy-KtLbkCKL0zmPMMla18wNIj_yW5FG_-dB6wPc3gkVdKvpsZO3rFw=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjP_oDf_Rrcj-hcWESyONkcPqVUUqn8xdvH4hwPkq8uzjF9ZzB6CO--K9Fvp1R5whA3bqXWcwBaQc6ksK0BJnPu9lzHZ-7kDToYemnFe9ZzcAH-6ubuMUPEwQGLiwl3HX9ijR8ayy-KtLbkCKL0zmPMMla18wNIj_yW5FG_-dB6wPc3gkVdKvpsZO3rFw=s72-c
Adhyaksa Foto Indonesia
https://www.adhyaksafoto.com/2021/12/jaksa-agung-menjadi-keynote-speaker.html
https://www.adhyaksafoto.com/
https://www.adhyaksafoto.com/
https://www.adhyaksafoto.com/2021/12/jaksa-agung-menjadi-keynote-speaker.html
true
2664356013026497916
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy