JAKARTA-Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat ( Kejari Jakpus ) menerima penyerahan tersangka dan barang bukti ( Tahap 2 ) dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Gratifikasi “ Pengurusan Fatwa Ke Mahkamah Agung RI. ” atas nama Tersangka Joko Soegiarto Tjandra dan kawan-kawan dari Tim Jaksa Penuntut Umum pada Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangannya,Jumat ( 16/10/2020) mengatakan Penyerahan para Tersangka dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menyatakan perkara yang diajukan secara terpisah (splizt) tersebut dinyatakan lengkap.
"Penyerahan tersangka JST dan tersangka AIJ setelah di nyatakan lengkap (terpenuhi syarat formil dan syarat materiil) atau P-21 pada hari Kamis 08 Oktober 2020 yang lalu ," ujarnya.
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengungkapkan bahwa kasus posisi perkara itu sendiri adalah sebagai Tersangka / Terdakwa Andi Irfan Jaya sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan telah membantu Pinangki Sirna Malasari, selaku Pegawai Negeri Sipil pada Kejaksaan Agung.
"Melakukan permufakatan jahat menerima hadiah atau janji berupa uang sekitar USD. 500.000 (Lima Ratus Ribu Dollar Amerika Serikat) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu dari Tersangka / Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra yang merupakan buronan Terpidana Perkara Korupsi Cessie Bank Bali untuk kepentingan Pengurusan Fatwa Mahkamah Agung RI," bebernya.
Hari mengatakan khusus pelimpahan berkas perkara atas nama Tersangka Joko Soegiarto Tjandra selain pelimpahan dari Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung R.I juga dilaksanakan pelimpahan berkas perkara atas nama yang sama dalam perkara “ Penghapusan Red Notice ” dari Badan Reserse Kriminal Polri.
"Rencananya khusus untuk Tersangka JST pelimpahan perkaranya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan digabungkan sesuai ketentuan 141 KUHAP," ucap dia.
Hari menyebut dengan didampingi oleh kuasa hukum masing masing, penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Tim Jaksa Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada Jaksa Penuntut Umum pada Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Khusus Kejaksaan Agung R.I dilaksanakan di Kantor Kejari Jakpus.
"Mengingat ketentuan pasal 84 KUHAP serta mengingat locus delictie dan tempus delictie berada di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat guna segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," katanya.
Kemudian lanjut Hari,JPU Kejari Jakpus segera melakukan penahanan rumah tahanan negara (Rutan) terhadap 1 (satu) orang Tersangka/Terdakwa yaitu Andi Irfan Jaya selama 20 (dua puluh) hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) sejak tanggal 16 Oktober 2020 s/d 04 November 2020,
" Penahanan dilakukan guna memudahkan proses pemeriksaan di persidangan pengadilan serta dengan mempertimbangkan syarat syarat penahanan baik syarat obyektif maupun syarat subyektif sebagaimana dimaksud dan diatur dalam ketentuan pasal 21 ayat (4) KUHAP," ungkapnya.
"Sementara untuk Tersangka Joko Soegiarto Tjandra tidak ditahan karena statusnya sekarang sebagai Terpidana dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Cassie Bank Bali," pungkas Hari.
( AF/Muzer)