Menuju Top 50 Global City, Disparekraf Promosikan Wisata Sejarah dan Pengalaman Urban kepada Pasar UEA
JAKARTA— Dalam upaya memperkuat posisi Jakarta menuju Top 50 Global Cities, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan potensi pariwisata ibu kota kepada pelaku industri perjalanan, media, dan kreator konten asal Uni Emirat Arab (UEA) melalui kegiatan familiarization trip (famtrip) pada Sabtu (17/10/2026). Delegasi UEA terdiri atas perwakilan Ariana for Travels, Nirvana Travel & Tourism, Arabian Ventures Tourism LLC, dan Vista Maritime Travel & Tourism. Dua media, Gulf News dan Khaleej Times, serta seorang kreator konten perjalanan asal Dubai.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman menjelajahi warisan sejarah, kekayaan budaya, dan daya tarik gaya hidup urban Jakarta, dengan mengunjungi kawasan Kota Tua dan open dining bus yang menawarkan pengalaman bersantap sembari menikmati suasana dan lanskap perkotaan. Hal ini menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata Jakarta untuk memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat jejaring bisnis pariwisata, serta mendorong pengembangan paket wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara.
Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata,
mengatakan bahwa penguatan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota global yang memiliki kekayaan
sejarah, budaya, dan pengalaman wisata beragam.
"Jakarta memiliki potensi untuk menjadi destinasi yang semakin kompetitif di tingkat internasional. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Jakarta sebagai kota yang memadukan warisan sejarah, kekayaan budaya, kuliner, dan dinamika kehidupan metropolitan. Pengenalan destinasi secara langsung memberikan kesempatan kepada pelaku industri perjalanan dan media untuk memahami keunggulan Jakarta sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan produk wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar," ujar Andhika.
Selain memperkenalkan destinasi melalui pengalaman
wisata secara langsung, kegiatan famtrip ini juga menjadi momentum untuk
mempertemukan pelaku industri perjalanan dari Abu Dhabi dan Jakarta melalui
business meeting. Pertemuan ini membuka ruang bagi travel agent dan tour
operator (TA/TO) dari kedua wilayah untuk bertukar informasi mengenai
potensi pasar, mendiskusikan peluang kolaborasi, serta menjajaki pengembangan
paket wisata Jakarta yang sesuai dengan preferensi wisatawan asal Uni Emirat
Arab.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandary, menjelaskan, “Melalui pertemuan bisnis ini, pelaku industri pariwisata Jakarta berkesempatan memperkenalkan beragam produk wisata unggulan, mulai dari wisata sejarah dan budaya, pengalaman kuliner, hingga atraksi urban yang mencerminkan karakter Jakarta sebagai kota metropolitan. Di sisi lain, interaksi langsung dengan mitra dari Abu Dhabi diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan pasar Timur Tengah dan peluang pengembangan produk wisata yang kompetitif”.
Business meeting ini menjadi bagian penting dari upaya mengubah promosi destinasi
menjadi peluang kerja sama bisnis yang berkelanjutan. Dengan memperkuat
jejaring antarpelaku industri perjalanan, Jakarta diharapkan semakin dikenal
sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan asal UEA sekaligus memperluas
jangkauan pemasaran pariwisata Jakarta di pasar internasional.
Ketua Subkelompok Pemasaran Pariwisata Luar Negeri
Disparekraf DKI Jakarta, Ervienia Oryza, menyampaikan bahwa keterlibatan pelaku
usaha perjalanan dari kedua negara menjadi langkah penting untuk memperkuat
kerja sama promosi dan pengembangan produk wisata.
"Kami mempertemukan pelaku usaha perjalanan
Indonesia dan UEA agar peluang kerja sama dapat berlanjut setelah kegiatan ini.
Kami juga berharap media dan kreator konten dapat memperkenalkan berbagai daya
tarik Jakarta kepada audiens mereka, sehingga semakin banyak wisatawan
internasional yang tertarik untuk berkunjung," tutur Oryza.
Melalui famtrip ini, Disparekraf DKI Jakarta
memperkenalkan potensi wisata yang mencerminkan identitas Jakarta sebagai kota
dengan warisan sejarah, kekayaan budaya, serta kehidupan metropolitan yang
terus berkembang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan
paket wisata baru sekaligus memperluas eksposur Jakarta di pasar Timur Tengah.
Ke depan, kolaborasi dengan pelaku industri
perjalanan, media, dan kreator konten internasional diharapkan dapat menjadi
bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat citra Jakarta sebagai
destinasi global yang kompetitif. (Red)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)