Jan Maringka Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus dan Penguatan Desa Menuju Kedaulatan Pangan
![]() |
| Jan Maringka: Perguruan Tinggi Harus Berinovasi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan |
MAKASSAR – Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa, berbagai hasil riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi pembangunan sektor pangan.
Hal tersebut disampaikan Dr. Jan S. Maringka, S.H., M.H., selaku Ketua Dewan Pembina Lembaga Sinergi Desa Indonesia, dalam kegiatan National Studium Generale & Innovation Expo yang diselenggarakan Politeknik Negeri Ujung Pandang, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut mengangkat tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Kedaulatan Pangan melalui Hilirisasi Inovasi dan Sinergi Desa Menuju Indonesia Emas 2045.”
Selain Jan Maringka, kegiatan ini menghadirkan Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M., Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Assoc. Prof. Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE., Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Dalam pemaparannya, Jan Maringka menekankan bahwa pembangunan kedaulatan pangan perlu dimulai dari penguatan desa sebagai basis produksi pangan nasional. Berbagai tantangan, mulai dari produksi, distribusi, perubahan iklim hingga alih fungsi lahan pertanian, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat desa.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan mengembangkan lumbung pangan desa sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut perlu didukung pemanfaatan teknologi, sistem distribusi yang efektif, serta tata kelola yang terintegrasi.
Sebagai salah satu upaya mendukung hal tersebut, Jan Maringka memperkenalkan gagasan Program Sinergi Desa Online (SDO) yang bertujuan mempertemukan supply and demand atau penawaran dan permintaan di sektor pertanian.
Melalui program ini, produksi petani diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga distribusi menjadi lebih efisien, stabilitas harga terjaga, dan perputaran ekonomi semakin berkembang di wilayah pedesaan.
Pengalaman Jan Maringka saat menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI periode 2021–2023 juga menjadi salah satu landasan dalam menyoroti pentingnya perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Menurutnya, alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, pabrik, dan perumahan perlu menjadi perhatian bersama agar keberlangsungan produksi pangan nasional tetap terjaga.
Usai menyampaikan materi kuliah umum, Jan Maringka meninjau sejumlah stan pameran inovasi dan teknologi karya sivitas akademika Politeknik Negeri Ujung Pandang. Berbagai inovasi yang ditampilkan antara lain mesin penetas telur dan mesin pengolahan pangan yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas serta pengembangan industri pangan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Jan Maringka mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena menjadi wadah untuk mempertemukan dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, dan penerapan teknologi di tengah masyarakat.
“Jadi hari ini, Politeknik Negeri Ujung Pandang telah melaksanakan pameran inovasi dan Studium Generale. Ini tidak saja memberikan kesempatan untuk bertemunya antara dunia pendidikan, pengetahuan, dan bagaimana implementasinya di lapangan dalam membangun ketahanan pangan serta mewujudkan produk-produk pangan,” ujar Jan Maringka.
Ia berharap berbagai hasil inovasi perguruan tinggi tidak berhenti pada tahap penelitian dan pameran, tetapi dapat terus dikembangkan melalui hilirisasi serta kerja sama lintas sektor agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha di pedesaan.
“Dengan sinergi bersama masyarakat desa, maka perputaran ekonomi ini akan berada di wilayah pedesaan. Desa Kuat, Indonesia Hebat,” tegasnya.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, Jan Maringka berharap perguruan tinggi semakin berperan sebagai motor penggerak inovasi dan hilirisasi teknologi. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat desa diharapkan mampu mendukung Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Rls/Muzer)
.jpeg)

