Berita Terbaru

Jan Maringka Dorong Strategi PITA untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

 


JAKARTA – Salah satu tokoh penegak hukum nasional, Dr. Jan S. Maringka, SH. MH menegaskan pentingnya strategi PITA dalam memperkuat sistem peradilan dan merajut kembali kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Ketua Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (A3FI) itu menyampaikan bahwa sistem keadilan merupakan ekosistem kompleks yang membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari polisi, jaksa, hakim, hingga advokat dan profesi pendukung lainnya.

Menurut Jan Maringka yang pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda (2017–2020), berbagai tantangan masih membayangi penegakan hukum, seperti potensi penyalahgunaan kewenangan, perbedaan interpretasi hukum, serta persoalan integritas aparat.

Sebagai Managing Partner JM Lawfirm, ia memperkenalkan konsep PITA—Profesional, Integritas, Transparan, dan Akuntabel—sebagai satu kesatuan sikap yang harus dimiliki setiap aparat penegak hukum. Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat sistem sekaligus menjawab harapan publik.

Ia juga menyoroti fenomena aparat yang berlomba menampilkan capaian penanganan perkara tanpa disertai transparansi yang jelas. Menurutnya, hal ini justru dapat menggerus kepercayaan masyarakat, terlebih ketika masih banyak perkara yang belum terselesaikan.

“Penegakan hukum adalah fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Namun dalam praktiknya, seringkali hasil penegakan hukum berakhir antiklimaks dan belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan,” ujar penggagas program JMS (Jaksa Masuk Sekolah) dan Jaksa Menyapa dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Jan Maringka yang juga menjadi tenaga pengajar hukum internasional pada FH Universitas  Krisnadwipayana  menekankan bahwa profesionalisme, integritas, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses penegakan hukum. Dengan demikian, setiap lembaga dapat bekerja lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar lembaga penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat guna meminimalkan kesalahan serta mempercepat penyelesaian perkara.

Di era modern, peran teknologi dinilai semakin vital. Pemanfaatan sistem digital, database terintegrasi, dan perangkat lunak canggih diyakini mampu meningkatkan efisiensi serta akurasi dalam proses investigasi dan litigasi.

Selain itu, Jan Maringka menilai edukasi hukum kepada masyarakat perlu terus diperkuat. Kesadaran hukum publik menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan berkeadilan.

“Penegakan hukum bukanlah industri yang diukur dari meningkatnya jumlah pelaku kejahatan yang diproses, melainkan bagaimana angka kejahatan dapat ditekan dan kesadaran hukum masyarakat meningkat,” tegasnya.

Ia pun berharap seluruh elemen bangsa dapat terus berkomitmen memperkuat sistem hukum nasional. Menurutnya, sinergi dan konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai PITA akan menjadi kunci terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan dan dipercaya publik. (Red/Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment