Berita Terbaru

Kisah “Bakul” di Demak: Pedagang Bakso Keliling yang Sukses Jadi Mekanik HP Otodidak

 

Sabakul tengah mempersiapkan dagangan baksonya untuk berjualan keliling di Teluk Jepara.



DEMAK – Sosok Sabakul, yang akrab disapa “Bakul” oleh warga sekitar, dikenal sebagai pedagang bakso keliling di Desa Teluk, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Profesi tersebut telah ia tekuni selama puluhan tahun sejak awal membangun rumah tangga.

Dari hasil kerja kerasnya berjualan bakso, Bakul mampu menghidupi keluarganya yang kini telah dikaruniai empat orang anak, terdiri dari satu perempuan dan tiga laki-laki. Namun di balik kesehariannya mendorong gerobak bakso, tersimpan keahlian lain yang tak banyak diketahui orang: ia juga piawai memperbaiki handphone atau smartphone.

Kemampuan tersebut ia peroleh secara otodidak. Dalam perbincangan dengan awak media pada Selasa malam (23/3/2026) di kediamannya di Desa Rejosari, tepatnya di Jalan SDN 1 Gang Mbah Kaslan, Desa Rejosari Kecamatan Mijen Kabupaten Demak, Bakul menceritakan bagaimana awal mula dirinya menekuni dunia servis HP.

Menurutnya, ketertarikan itu muncul dari keinginan untuk menambah penghasilan keluarga. Ia kemudian belajar secara mandiri melalui berbagai tutorial yang ia akses di platform YouTube.

“Semua saya pelajari dari YouTube, mulai dari dasar sampai tahu seluk-beluk HP, terutama HP bekas,” ujarnya.

Seiring waktu, kemampuannya semakin terasah. Bakul pun mulai memanfaatkan peluang dengan membeli handphone bekas atau rusak yang ia temui saat berkeliling menjajakan bakso.

“Biasanya ada yang nawarin HP rusak atau bekas, saya beli. Harganya macam-macam, ada yang puluhan ribu sampai ratusan ribu, tergantung merek dan kondisinya,” jelasnya.

Handphone yang dibelinya kemudian ia perbaiki sendiri di rumah. Untuk kebutuhan suku cadang, Bakul mengaku membelinya secara online. Setelah berhasil diperbaiki dan dapat digunakan kembali, HP tersebut ia jual melalui media sosial, seperti grup WhatsApp dan Facebook.

Tidak hanya itu, bahkan HP yang sudah rusak parah dan tidak bisa diperbaiki pun tetap memiliki nilai jual. Barang tersebut ia jual sebagai rongsokan untuk mendapatkan tambahan pemasukan.

“Kalau sudah tidak bisa diperbaiki, tetap bisa dijual ke rosok,” tambahnya.

Usaha sampingan yang ia jalankan ternyata mulai menunjukkan hasil. Saat perbincangan berlangsung, terlihat dua orang pembeli datang ke rumahnya, masing-masing berasal dari Bangsri dan Teluk Wetan, Kabupaten Jepara. Keduanya membeli handphone yang telah diperbaiki oleh Bakul.

Transaksi dilakukan secara tunai maupun transfer. Malam itu, Bakul tampak sumringah setelah berhasil menjual beberapa unit handphone.

Kisah Bakul suami dari Sulaseh menjadi gambaran nyata bagaimana ketekunan dan kemauan belajar dapat membuka peluang baru. Di tengah keterbatasan, ia mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya, tanpa meninggalkan profesi utamanya sebagai pedagang bakso keliling. Kini ia hidup bahagia bersama keluarga tercinta. (Mr)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment