Momentum Apel Kerja, Kajari Baubau Ajak Pegawai Perkuat Nilai Adhyaksa dan Doakan Korban Bencana Sumatera

Kejari Baubau Gelar Apel Kerja, Kajari Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Profesionalitas ASN. (Foto: IG Kejari)
BAUBAU — Kejaksaan Negeri (Kejari)
Baubau melaksanakan apel kerja pada Senin, 1 Desember 2025 yang dipimpin
langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Baubau, Fathuri. Apel tersebut diikuti
oleh seluruh pegawai Kejari sebagai bagian dari konsolidasi rutin untuk
memastikan kesiapan aparat dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan
pelayanan publik.
Dalam
amanatnya, Kajari Fathuri menegaskan kembali pentingnya penerapan Tri Krama
Adhyaksa, Tujuh Tertib Kejaksaan, Trapsila Adhyaksa, serta nilai-nilai
BerAKHLAK sebagai core values Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menekankan
bahwa seluruh arahan tersebut bukan sekadar slogan, tetapi merupakan fondasi
perilaku dan etika kerja yang harus diterapkan secara konsisten.
Kajari
mengingatkan seluruh pegawai untuk terus menguatkan integritas,
kedisiplinan, profesionalitas, dan dedikasi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, kualitas pelayanan publik hanya dapat diwujudkan apabila setiap
insan Adhyaksa memiliki komitmen yang sama untuk bekerja dengan jujur,
bertanggung jawab, dan memberikan kinerja terbaik.
Pada
kesempatan tersebut, Kajari Fathuri juga mengajak seluruh pegawai untuk
bersama-sama mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di beberapa
wilayah Sumatera—terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—yang
dalam sepekan terakhir dilanda banjir dan longsor. Bencana tersebut menimbulkan
dampak serius berupa korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, dan terganggunya
aktivitas masyarakat.
“Semoga
para korban diberikan ketabahan, dan proses penanganan bencana dapat berjalan
dengan cepat serta tepat,” ungkapnya.
Kajari
menutup amanatnya dengan berharap agar momentum apel kerja tersebut menjadi
pengingat bagi seluruh pegawai Kejari Baubau untuk terus meningkatkan kualitas
pelaksanaan tugas, memperkuat solidaritas, serta menjaga komitmen pengabdian
kepada masyarakat. (Muzer)