Adhyaksa Foto Indonesia

Seminar PKA, Paris Manalu Gagas Optimalisasi Restorative Justice bagi Penyalahguna Narkotika di Sulut

 

Paris Manalu Gagas Optimalisasi Restorative Justice bagi Penyalahguna Narkotika di Sulut

.

JAKARTA – Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Manajemen dan Kepemimpinan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI menggelar seminar rancangan aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II. Seminar berlangsung di Kampus B, Komplek Adhyaksa Loka, Ceger, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh pejabat eselon III dari berbagai satuan kerja, mulai dari Koordinator dan Kepala Bagian Tata Usaha di lingkungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, hingga Rumah Sakit Adhyaksa.

Salah satu peserta yang tampil memaparkan gagasan inovatifnya adalah Paris Manalu, S.H., M.H., Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sekaligus peserta PKA Angkatan I. Ia mengusung rancangan aksi perubahan berjudul “Optimalisasi Restorative Justice Terhadap Penyalahguna Narkotika Pasca RJ Rehab Melalui SPO Pengawasan pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.”

Dalam presentasinya, Paris menekankan pentingnya pengawasan melalui penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk memastikan keberlanjutan program rehabilitasi pasca penyelesaian perkara dengan mekanisme restorative justice. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat efektivitas penanganan perkara penyalahgunaan narkotika sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan ulang.

Gagasan tersebut dipresentasikan di hadapan mentor, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Suwandi, S.H., M.Hum., dengan penguji Dr. Asri Agung Putra, serta coach Azhwad Hakim.

Sebelumnya, Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Dr. Leonard Simanjuntak, menegaskan bahwa PKA dirancang untuk membentuk generasi pemimpin Kejaksaan yang berkarakter KITA (Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, Adaptif) serta mampu menerapkan strategi kepemimpinan KOP (Konsolidasi, Optimalisasi, Public Trust).

“PKA diarahkan untuk mencetak pemimpin yang tangguh secara manajerial, adaptif terhadap perubahan, serta akuntabel dalam setiap tugas yang diemban,” ujar Leonard.

Ia juga mengingatkan pentingnya membawa semangat Visi Indonesia Emas 2045 ke dalam setiap proyek inovasi peserta. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketahanan nasional, serta tata kelola pemerintahan yang baik harus menjadi fondasi utama dalam setiap aksi perubahan.

Dengan gagasan aksi perubahan yang digagas Paris Manalu dan peserta lainnya, Badiklat Kejaksaan berharap lahir pemimpin masa depan yang visioner, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan. (Muzer)

 

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال