Adhyaksa Foto Indonesia

Badiklat Gelar Seminar Rancangan Aksi perubahan PKA Angkatan I dan II


 

Lewat PKA, Lingga Nuarie Gagas SOP Terpadu Penanganan Laporan Dugaan Korupsi


JAKARTA – Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Manajemen dan Kepemimpinan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI menggelar seminar rancangan aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II. Seminar berlangsung di Kampus B, Komplek Adhyaksa Loka, Ceger, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

 

“Lingga Nuarie Paparkan Aksi Perubahan Penguatan Sinergitas Penanganan Laporan Korupsi di Kejati Jateng”


Kegiatan ini diikuti pejabat eselon III dari berbagai satuan kerja, mulai dari Koordinator dan Kepala Bagian Tata Usaha di lingkungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, hingga Rumah Sakit Adhyaksa.

Salah satu peserta yang tampil memaparkan gagasan inovatifnya adalah Lingga Nuarie, S.H., M.H., Koordinator pada Kejati Jawa Tengah yang juga peserta PKA Angkatan II. Ia mengusung rancangan aksi perubahan berjudul “Penguatan Sinergitas Penanganan Laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Melalui Penyusunan SOP Terpadu di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah”.

Dalam presentasinya, Lingga menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terpadu guna memperkuat koordinasi penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi. Gagasannya disampaikan di hadapan mentor, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Dr. Lila Agustina, S.H., M.H., M.Kn., dengan penguji Dr. Mukri, S.H., M.H., CGCAE, serta coach Muhammad Irkham, S.Si., M.A.

Mantan Kasi Intel Kejari Jakarta Barat itu menilai, penyusunan SOP terpadu akan menciptakan keseragaman langkah, memperkuat sinergitas lintas bidang, sekaligus meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas dalam proses penanganan perkara korupsi.

Sebelumnya Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Dr. Leonard Simanjuntak, dalam arahannya menegaskan bahwa melalui PKA, Kejaksaan ingin membentuk generasi pemimpin yang berkarakter KITA (Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, Adaptif) serta mampu menerapkan strategi kepemimpinan KOP (Konsolidasi, Optimalisasi, Public Trust).

“PKA diarahkan untuk mencetak pemimpin yang tangguh secara manajerial, adaptif terhadap perubahan, serta akuntabel dalam setiap tugas yang diemban,” ujarnya.

Leonard juga mengingatkan pentingnya membawa semangat Visi Indonesia Emas 2045 ke dalam setiap proyek inovasi yang dirancang para peserta. Pembangunan sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan ketahanan nasional, hingga tata kelola pemerintahan yang baik harus menjadi fondasi dalam setiap aksi perubahan yang dilahirkan.

Dengan rancangan aksi perubahan yang digagas Lingga Nuarie dan peserta lainnya, Badiklat Kejaksaan berharap lahir pemimpin masa depan yang visioner, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan. (Muzer)

 

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال