BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4


Melalui Enam Area Perubahan,Kajari Mojokerto optimis Raih Predikat WBK

  Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono saat melakukan penandatanganan komitmen bersama pembangunan Zona Integritas menuju WBK MOJOKERTO...

 

Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono saat melakukan penandatanganan komitmen bersama pembangunan Zona Integritas menuju WBK



MOJOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menggelar apel pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). 


Pencanangan zona integritas menuju WBK dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono dan diikuti oleh seluruh pegawai Kejari Kabupaten Mojokerto. Apel pencanangan tersebut diawali dengan Penyematan pin kepada dua pegawai sebagai Agent of Change dan dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas yang diawali oleh Kajari  Gaos Wicaksono.



Kajari Gaos mengatakan sebagai pengungkit menuju WBK setidaknya, ada enam komponen yang harus dipenuhi Kejari Kabupaten Mojokerto.


Dikatakan apel pencanangan zona integritas menuju WBK merupakan kesungguhan Kejari Kabupaten Mojokerto sebagai salah satu aparat penegak hukum untuk mewujudkan zona integritas.


 "Dengan semangat melakukan perubahan dalam rangka melawan korupsi," ujar Kajari Gaos Wicaksono di konfirmasi,Rabu ( 11/3/2021) malam.



Mantan Kajari Rokan Hilir, Provinsi Riau menuturkan,upaya membangun kepercayaan dan mewujudkan Kejaksaan yang modern, profesional, bermartabat dan terpercaya. Hal ini dilakukan untuk meningkatan peran dan fungsi Kejaksaan dalam rangka menjalankan tugas dan wewenang. 



"Baik dari segi kualitas dan kuantitas dengan mempertimbangkan nilai kepatutan dalam rangka pelaksanaan penegakan hukum guna memenuhi rasa keadilan di masyarakat terutama pencari keadilan. Pencanangan zona integritas juga merupakan Amanat Presiden RI Nomor : 81/2010 tentang Grand Desain Reformasi tahun 2010-2015," tuturnya.


Pihaknya,untuk meraih zona integritas menuju WBK tersebut, lanjut Kepala Kejari, harus memperhatikan enam komponen. Yakni manajemen perubahan, melakukan perubahan penataan laksana perkantoran, peningkatan manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kerja serta peningkatan pelayanan publik. 


"Apabila kita mampu memenuhi enam komponen tersebut maka kita akan berhasil," pungkasnya.( Muzer )


COMMENTS