Berita Terbaru

Baru Dilantik, Yafeth Ruben Bonai Siap Pimpin Kejari Maluku Barat Daya, Kajati Rudy Irmawan Tekankan Integritas dan Kerja Nyata

 Kajati Maluku Rudy Irmawan Melantik Yafeth Ruben Bonai sebagai Kajari Maluku Barat Daya.


AMBON – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maluku Barat Daya yang baru, Yafeth Ruben Bonai, S.H., M.H., resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., di Aula Lantai 3 Kantor Kejati Maluku, Selasa (20/10/2026).


Pelantikan ini menjadi awal bagi Yafeth Ruben Bonai untuk mengemban amanah memimpin Kejari Maluku Barat Daya, wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Yafeth sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Ia menggantikan Efrivel, S.H., M.H., yang mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sambas. Pengangkatan Yafeth berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-10422/C/09/2026 tanggal 22 September 2026.

Dalam arahannya, Kajati Maluku Rudy Irmawan menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kepercayaan organisasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata, keteladanan, dan komitmen menjaga kehormatan institusi Kejaksaan.

Rudy meminta Yafeth segera menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, memastikan pengendalian organisasi berjalan efektif, serta melakukan pengawasan terhadap seluruh jajaran di bawah kepemimpinannya.

“Kepada Saudara Yafeth Ruben Bonai, pelantikan dan sumpah jabatan ini mengikat setiap keputusan Saudara. Pimpin satuan kerja dengan sungguh-sungguh, kendalikan pekerjaan, awasi jajaran, dan jaga kehormatan institusi,” tegas Rudy.

Kajari Baru Diminta Pahami Tantangan Wilayah Kepulauan

Secara khusus, Kajati Maluku mengingatkan bahwa wilayah hukum Kejari Maluku Barat Daya memiliki karakteristik geografis berupa gugusan pulau dan berada di wilayah terluar Indonesia. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan, mulai dari jarak antardaerah, keterbatasan aksesibilitas, hingga sarana transportasi.

Karena itu, Yafeth diminta tidak hanya memahami kondisi wilayah kerjanya dari laporan administratif, tetapi juga turun langsung untuk mengenali karakteristik daerah, kebutuhan masyarakat, serta berbagai persoalan hukum yang dihadapi.

Pemahaman terhadap kondisi riil di lapangan dinilai penting agar pelaksanaan tugas penegakan hukum, pelayanan hukum, dan penanganan perkara dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepemimpinan Kajari yang baru juga dituntut mampu menyusun strategi kerja yang terukur dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan tantangan operasional di wilayah Maluku Barat Daya.

Dengan demikian, keterbatasan jarak dan akses tidak menjadi penghalang bagi Kejaksaan untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut disaksikan Asisten Intelijen Kejati Maluku Diky Oktavia, S.H., M.H., dan Asisten Pidana Militer Kejati Maluku Kolonel Chk Satar M. Hutabarat, S.H., M.H. Prosesi juga didampingi rohaniawan dari Kementerian Agama Provinsi Maluku, Carl Herman Thenu, S.Si., M.Si.

Melalui pelantikan ini, Yafeth Ruben Bonai diharapkan mampu membawa semangat baru dalam kepemimpinan Kejari Maluku Barat Daya, memperkuat disiplin dan pengawasan internal, serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Muzer)


Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment