Presidium PNI Gelar Debat Rakyat, Jan Samuel Maringka: Drama Antar Lembaga Penegak Hukum Harus Segera Diakhiri
![]() |
| Presidium PNI Gelar Debat Rakyat, Jan Samuel Maringka: Drama Antar Lembaga Penegak Hukum Harus Segera Diakhiri |
JAKARTA – Presidium PNI menggelar Diskusi Publik Debat Rakyat bertajuk “Penggeledahan
Rumah JAM Pidsus: Murni Penindakan Korupsi atau Keributan Antar Institusi?”
serta “Latsarmil KDMP Memakan Lima Korban: Membangun Karakter atau
Mengabaikan Keselamatan?” di Rarampa Resto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
Minggu (12/7/2026).
Diskusi yang disiarkan secara langsung melalui
kanal YouTube JM Podcast tersebut menjadi ruang dialog publik untuk membahas
berbagai isu aktual yang tengah menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait
dinamika penegakan hukum di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber antara lain Purna Adhyaksa
sekaligus praktisi hukum Dr. Jan Samuel Maringka, S.H., M.H., CGCAE.,
Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa
Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg., pengamat politik Ray Rangkuti,
serta Silvia Devi dan Syaful Azhar. Acara dipandu oleh Randy "Sose"
selaku host.
Dalam paparannya, Jan Samuel Maringka menilai bahwa
persoalan yang berkembang saat ini tidak lagi semata-mata menyangkut benar atau
salah dalam penanganan suatu perkara hukum. Menurutnya, perhatian publik justru
tersedot pada konflik yang tampak terjadi antar lembaga penegak hukum.
"Kondisi seperti ini berpotensi mengikis
kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sekaligus mencederai
wibawa negara," ujarnya.
Konflik
Antar Lembaga Menggeser Fokus Pemberantasan Korupsi
Jan Samuel Maringka menilai rangkaian peristiwa
yang terjadi belakangan menunjukkan adanya konfrontasi terbuka antar aparat
penegak hukum. Akibatnya, fokus masyarakat bergeser dari upaya pemberantasan
korupsi menjadi konflik kelembagaan.
Menurutnya, situasi tersebut harus segera diakhiri
agar energi seluruh aparat penegak hukum kembali diarahkan pada upaya
pemberantasan korupsi secara efektif dan profesional.
Penegakan
Hukum Jangan Menjadi Ajang Show Force
Ia juga mengingatkan agar berbagai tindakan penegakan
hukum, seperti penggeledahan, penyitaan aset bernilai besar, maupun konferensi
pers, tidak berubah menjadi sekadar ajang unjuk kekuatan (show force).
"Masyarakat tidak hanya ingin melihat aset
disita, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana aset tersebut dikelola dan kapan
hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi negara," katanya.
Pencegahan
Korupsi Harus Menjadi Prioritas
Jan Samuel Maringka menegaskan bahwa Indonesia
telah meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC)
yang menempatkan aspek pencegahan sebagai salah satu pilar utama pemberantasan
korupsi.
Karena itu, menurutnya, reformasi tata kelola
pemerintahan, penguatan sistem pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas
harus terus diperkuat agar praktik korupsi tidak terus berulang.
Presiden
Diminta Mengambil Langkah Penyelesaian
Dalam kesempatan tersebut, Jan Samuel Maringka juga
menilai Presiden memiliki peran strategis untuk menyelesaikan polemik yang
melibatkan institusi penegak hukum.
Sebagai kepala pemerintahan, Presiden dinilai
memiliki kewenangan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, memanggil
pimpinan institusi terkait, serta memastikan setiap proses penegakan hukum
berjalan sesuai kewenangan masing-masing tanpa saling menyudutkan di ruang
publik.
Momentum
Reformasi Menyeluruh Kejaksaan
Lebih lanjut, Jan Samuel Maringka menilai polemik
yang berkembang dapat dijadikan momentum untuk melakukan reformasi kelembagaan
Kejaksaan secara menyeluruh.
Reformasi tersebut, menurutnya, perlu mencakup
penguatan sistem pengawasan internal, pembenahan tata kelola organisasi,
peningkatan akuntabilitas pimpinan, serta evaluasi terhadap efektivitas
kepemimpinan guna memulihkan kepercayaan publik.
Menutup paparannya, Jan Samuel Maringka menegaskan
bahwa masyarakat tidak membutuhkan konflik berkepanjangan antar aparat penegak
hukum.
"Yang harus dimenangkan bukan ego kelembagaan,
melainkan hukum dan kepentingan masyarakat. Penegakan hukum harus menghadirkan
kepastian, keadilan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap negara,"
tegas Jan Samuel Maringka.
Ia berharap seluruh institusi penegak hukum dapat
mengedepankan sinergi, profesionalisme, independensi, serta menjadikan
kepentingan bangsa sebagai orientasi utama dalam setiap langkah penegakan
hukum. (Rls/Muzer)
