Komisi Kejaksaan RI Akan Menggelar “Cahaya Adhyaksa Nusantara”, Beri Anugerah untuk Insan Adhyaksa Berprestasi se-Indonesia
![]() |
| KKRI Siapkan Malam Anugerah 2026, Pengabdian dan Integritas Jadi Penilaian Utama |
JAKARTA — Komisi Kejaksaan Republik Indonesia akan menggelar Malam
Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi,
prestasi, dan integritas insan Adhyaksa dari Sabang sampai Merauke. Ajang
penghargaan bergengsi tersebut mengusung tema “Cahaya Adhyaksa Nusantara”
dengan visi “Transformasi Penegakan Hukum yang Humanis dan Modern”.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Komisi Kejaksaan
RI pada Rabu (20/5/2026). Konferensi pers dipimpin langsung Ketua Komisi
Kejaksaan RI, Prof. Pujiyono Suwadi, didampingi Komisioner Komisi Kejaksaan RI,
Nurokhman.
Malam Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026 dijadwalkan berlangsung pada
Senin, 25 Mei 2026 pukul 19.30 hingga 21.40 WIB di Badan Pendidikan dan
Pelatihan Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan.
Komisi Kejaksaan RI menegaskan bahwa malam penghargaan ini merupakan
puncak dari rangkaian proses penilaian yang dilakukan secara objektif,
transparan, dan akuntabel oleh dewan juri melalui diskusi panjang serta
pendalaman data di lapangan.
“Ajang ini menjadi bentuk penghormatan negara kepada insan Adhyaksa yang
telah menunjukkan pengabdian luar biasa dalam penegakan hukum, pelayanan
publik, hingga menjaga marwah institusi Kejaksaan,” ujar Ketua KKRI.
Pada tahun ini, Komisi Kejaksaan RI menetapkan 10 kategori penghargaan
yang terbagi dalam tiga sesi penganugerahan, meliputi:
1. Kejaksaan Tinggi Tipe A Berprestasi
2. Kejaksaan Tinggi Tipe B Berprestasi
3. Kejaksaan Negeri Tipe A Berprestasi
4. Kejaksaan Negeri Tipe B Berprestasi
5. Jaksa Eselon IV Berprestasi
6. Jaksa Eselon V/Jaksa Fungsional Berprestasi
7. ASN Non-Jaksa pada Kejaksaan Tinggi
8. ASN Non-Jaksa pada Kejaksaan Negeri
9. Kategori Posthumous, yakni penghargaan bagi insan Adhyaksa yang telah
wafat namun meninggalkan jejak pengabdian luar biasa
10. Special Award atau Penghargaan Luar Biasa sebagai anugerah tertinggi
atas dedikasi sepanjang karier yang memberikan dampak besar bagi institusi
Kejaksaan.
Komisi Kejaksaan RI juga mengungkapkan bahwa konsep acara tahun ini
dirancang dengan pendekatan immersive-narrative yang memadukan kewibawaan
protokol kenegaraan dengan sentuhan teknologi panggung modern.
Identitas visual acara mengusung warna Emerald Green sebagai simbol
institusi Kejaksaan, Platinum Gold yang melambangkan kemuliaan penghargaan,
serta Deep Charcoal. Sementara elemen grafis utama bertajuk “Anyaman Digital”
menjadi representasi sinergi antara kearifan lokal Nusantara dan modernisasi
penegakan hukum.
Acara tersebut direncanakan dihadiri oleh anggota DPR RI, Menteri
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia,
pimpinan lembaga penegak hukum, kementerian/lembaga terkait, akademisi, tokoh
masyarakat, media nasional, hingga para nominator dari berbagai satuan kerja
Kejaksaan di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Komisioner KKRI Nurochman juga membeberkan
indikator utama penilaian penerima Komjak Award 2026. Penilaian dilakukan
secara berjenjang mulai dari usulan tingkat Kejaksaan Negeri, diverifikasi oleh
Kejaksaan Tinggi, hingga diuji melalui parameter ketat oleh tim penilai
independen.
Salah satu indikator terbesar adalah rekam jejak integritas, di mana
satuan kerja yang pernah mendapatkan sanksi atau pelanggaran berat menjadi
perhatian utama dalam proses seleksi. Selain itu, aspek kinerja penanganan
perkara, inovasi pelayanan publik, capaian prestasi di tingkat daerah,
nasional, hingga internasional turut menjadi parameter penting.
“Proses penilaian berlangsung selama satu tahun penuh. Data yang masuk
kami validasi dan croscek langsung di lapangan. Kami juga melibatkan unsur
eksternal dalam proses penilaian agar hasilnya benar-benar objektif dan dapat
dipertanggungjawabkan,” ungkap Nurochman Komisioner KKRI.
Melalui ajang “Cahaya Adhyaksa Nusantara”, Komisi Kejaksaan RI berharap
dapat mendorong lahirnya budaya kompetisi sehat, profesionalisme, serta
semangat pengabdian di lingkungan Korps Adhyaksa demi terwujudnya institusi
Kejaksaan yang semakin modern, humanis, dan dipercaya masyarakat. (Muzer)
