Alma Wiranta Analisis Perlindungan Hukum WNI saat Kunjungan Delegasi Unhan ke KBRI Kairo
![]() |
| Alma Wiranta Delegasi Unhan RI Bahas Bela Negara dan Perlindungan WNI di KBRI Kairo |
KAIRO — Delegasi Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melakukan kunjungan akademik ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kegiatan penelitian, Kamis (26/2/2026). Kunjungan ini menitikberatkan pada penguatan bela negara, perlindungan hukum warga negara Indonesia (WNI), serta pengembangan pendidikan bahasa Indonesia di Mesir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat undangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo yang menyetujui pelaksanaan program akademik Unhan RI pada 26 Februari hingga 4 Maret 2026. Delegasi dipimpin Prof. Surachman Suriaatmaja dengan anggota antara lain Alma Wiranta, mahasiswa program doktoral konsentrasi keamanan nasional, bersama sejumlah mahasiswa magister.
Dalam agenda kunjungan, delegasi dijadwalkan menjadi narasumber di beberapa institusi pendidikan dan komunitas Indonesia, di antaranya Universitas Al-Azhar, Sekolah Indonesia Kairo (SIK), serta komunitas masyarakat Indonesia di Mesir. Materi yang dibahas meliputi penguatan wawasan bela negara, pendidikan hukum administrasi negara, serta pengenalan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Alma Wiranta, yang tengah menyusun disertasi dan juga berprofesi sebagai jaksa di Indonesia, memanfaatkan kunjungan ini untuk menggali informasi strategis dari Atdikbud KBRI Kairo. Ia menyoroti peran perwakilan RI di Mesir dalam mempromosikan pendidikan dan budaya Indonesia yang terus menarik minat WNI untuk menempuh studi di negeri tersebut.
Diskusi berkembang pada kondisi terkini WNI di Mesir, khususnya mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa jumlah pelajar Indonesia di Mesir kini telah mencapai sekitar 20 ribu orang. Sebagian di antaranya, menurut pihak KBRI, masih memerlukan pendampingan dan perlindungan hukum.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, Ph.D., menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan dan pemantauan mahasiswa Indonesia secara berkelanjutan. Upaya ini diarahkan untuk mendorong kemajuan akademik sekaligus memastikan para pelajar menjaga nama baik Indonesia selama berada di luar negeri.
“Universitas Al-Azhar Kairo telah menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, yang akan menjadi program studi Bahasa Indonesia pertama di Timur Tengah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir,” ujar Abdul Muta’ali dalam diskusi.
Alma Wiranta, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor, berharap kunjungan tersebut memperkuat sinergi pendidikan dan kerja sama hukum antara Indonesia dan Mesir. Ia juga menilai diskusi yang berlangsung membuka ruang evaluasi terhadap kebutuhan perlindungan WNI di luar negeri.
Menurut Alma, hasil diskusi progresif tersebut berpotensi mendorong penguatan dukungan kelembagaan bagi WNI di Mesir.
“Hasil diskusi progresif dalam bidang pendidikan dan perlindungan hukum bagi WNI di Mesir dapat membuka peluang bagi Kementerian Luar Negeri menempatkan atase hukum dan atase kepolisian untuk membantu menyelesaikan persoalan hukum bagi WNI,” ungkapnya.
Pertemuan antara delegasi Unhan dan Atdikbud KBRI Kairo ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi WNI di Mesir. Pihak Atdikbud juga menyampaikan harapan agar Bahasa Indonesia ke depan dapat menjadi bahasa ketiga yang banyak digunakan di Mesir setelah bahasa Inggris.
Usai rangkaian kegiatan di KBRI Kairo, delegasi Unhan dijadwalkan melanjutkan agenda akademik ke sejumlah lokasi, termasuk kunjungan riset ke perpustakaan Universitas Alexandria. (Muzer/Rls)
