CdM Reda Manthovani: Indonesia Finis Peringkat Kedua ASEAN Para Games 2025 Meraih 135 Medali Emas
![]() |
| CdM Reda Manthovani Sebut Capaian ASEAN Para Games 2025 Hasil Kerja Kolektif Tim Nasional. (Foto: IG RM) |
NAKHON RATCHASIMA – Chef de Mission (CdM) Kontingen
Indonesia Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LLM., mengapresiasi pencapaian luar
biasa para atlet Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di
Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 20–26 Januari 2026.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Reda menyampaikan
rasa bangga atas keberhasilan Tim Merah Putih yang mampu melampaui target
perolehan medali dan finis di papan atas klasemen akhir.
“Hari ini, kami merayakan pencapaian luar biasa Kontingen
Indonesia di ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand,” tulis Reda
dalam unggahannya.
Dalam ajang tersebut, Indonesia berhasil mengoleksi total 392
medali, terdiri atas 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Raihan
tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan, yakni 82 emas, 77 perak,
dan 77 perunggu.
“Target yang ditetapkan adalah 82
emas, namun Indonesia berhasil meraih 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu,
menempati peringkat kedua di klasemen akhir,” ujar Reda.
Dengan hasil tersebut, Indonesia
menempati posisi kedua klasemen akhir perolehan medali, berada di bawah tuan
rumah Thailand yang keluar sebagai juara umum dengan koleksi 176 emas, 155
perak, dan 157 perunggu.
Reda menilai capaian tersebut
merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen tim nasional, mulai
dari atlet, pelatih, ofisial, hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.
Sejumlah cabang olahraga menjadi
penyumbang utama medali emas bagi Indonesia. Pada cabang para atletik,
Indonesia meraih 44 emas, melampaui target 25 emas. Cabang para renang
menyumbangkan 29 emas dari target delapan emas, sementara para badminton
berhasil meraih 12 emas dari target lima emas.
Prestasi gemilang juga ditorehkan
cabang para judo yang menyapu bersih seluruh nomor pertandingan dengan raihan
tujuh medali emas. Selain itu, cabang bowling turut memberikan kejutan dengan
menyumbangkan dua medali emas.
“Cabang-cabang unggulan kita
menunjukkan performa luar biasa. Ini bukti bahwa pembinaan atlet berjalan
dengan baik,” tulis Reda.
Dari sisi individu, atlet para
renang Jendi Pangabean menjadi peraih emas terbanyak dengan koleksi tujuh
medali emas. Sementara atlet muda Siti Aisyah yang berusia 15 tahun berhasil meraih
dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, serta mencetak dua rekor.
Sepanjang penyelenggaraan ASEAN
Para Games 2025, kontingen Indonesia juga mencatatkan 25 rekor ASEAN Para Games
dan satu rekor Asia yang dibukukan oleh Hellin Wardina pada cabang para atletik.
Sejarah baru turut ditorehkan
cabang para panahan Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak ASEAN Para Games
digelar pada 2001, tim para panahan Indonesia tampil sebagai juara umum dengan
raihan lima medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.
“Ini bukan sekadar kemenangan,
tetapi tonggak sejarah bagi para panahan Indonesia. Mereka menunjukkan fokus,
ketenangan, dan mental juara,” tulis Reda.
Reda menegaskan, capaian di ASEAN
Para Games 2025 akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menatap Asian
Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
“Kami berkomitmen untuk terus
mendukung para atlet dalam persiapan menuju Asian Para Games 2026. Mari bersama
meningkatkan prestasi dan kebanggaan olahraga penyandang disabilitas
Indonesia,” tulis Reda.
Dengan
raihan 392 medali dan peringkat kedua klasemen akhir, Indonesia menutup
partisipasi di ASEAN Para Games 2025 dengan catatan membanggakan, sekaligus
menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama olahraga penyandang
disabilitas di kawasan Asia Tenggara. (Muzer)
