BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4


Dugaan Korupsi 8 Triliun, Kejagung Tetapkan Menkominfo Jhonny G Plate Tersangka Perkara BTS 4G BAKTI

Tersangka JGP keluar dari gedung bundar usai menjalani pemeriksaan perkara BTS 4G dan Infrastruktur pendukung dan Bakti Kominfo. JAKARTA – ...



Tersangka JGP keluar dari gedung bundar usai menjalani pemeriksaan perkara BTS 4G dan Infrastruktur pendukung dan Bakti Kominfo.


JAKARTA – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) akhirnya menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), JGP ( Johnny G Plate ) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung 2, 3, 4, dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo yang merugikan keuangan negara Rp. 8 triliun lebih.

Penetapan tersangka tersebut setelah Jhonny G Plate memenuhi panggilan untuk diperiksa selama 2 jam oleh penyidik, pemeriksaan untuk yang ketiga kalinya.

Tidak hanya itu, penyidik juga melakukan penahanan terhadap pentolan Partai Nasdem tersebut.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedang memberikan keterangan kepada wartawan soal penetapan tersangka perkara korupsi BTS Kominfo.


Dari hasil pemantauan dilokasi Gedung Bundar, Kejagung, Rabu (17/05/2023), Jhonny G Plate terlihat keluar dngan mengenakan rompi tahanan dan dikawal sejumlah petugas.


Dia terlihat langsung dibawa ke mobil tahanan untuk jebloskan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari terhitung sejak 17 Mei 2023 s/d 05 Juni 2023.


Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menyebut nilai kerugian keuangan negara kasus korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G infrastruktur pendukung paket 1,2,3,4,5 Bakti Kominfo tahun 2020-2022 sebesar Rp 8.032.084.133.795.


Yusuf Ate mengungkapkan kerugian keuangan negara ini terdiri dari dari tiga hal yaitu biaya untuk kegiatan penyusunan kajian pendukung, mark up harga, dan pembayaran BTS yang belum terbangun.


Menurutnya, perhitungan kerugian negara tersebut dilakukan melalui penelitian dan prosedur audit, diantaranya analisis, evaluasi data dan dokumen, serta klarifikasi pada para pihak terkait.


Selain itu, juga melakukan observasi fisik bersama tim ahli Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan penyidik ke beberapa lokasi, mempelajari serta menggunakan pendapat ahli Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Tim Ahli Lingkungan dan Ahli Keuangan Negara.


Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana menegaskan surat panggilan sebagai saksi atas nama Menkominfo Johnny G Plate teregister dengan Nomor: SPS- 1176 /F.2/Fd.2/05/2023.


Diketahui sebelumnya, penyidik telah memeriksa 2 kali Johnny G Plate terkait kasus korupsi pembangunan tower base transceiver station (BTS). Yakni Selasa (14/2/2023) dan Rabu (15/3/2023).


Selain Jhonny G Plate, penyidik juga memeriksa sejumlah pejabat Kominfo termasuk sang adik menteri, Gregorius Alex Plate (GAP).


Gregorius Alex Plate (GAP), pun telah mengembalikan uang sebesar Rp 534 juta terkait kasus dugaan korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 sampai dengan 2022. Namun hingga saat ini, status Gregorius Alex Plate masih sebagai saksi.


Meskipun telah mengembalikan uang yang diduga diperoleh dari proyek yang terindikasi korupsi, namun pengembalian keuangan negara tersebut tidak menghilangkan unsur pidananya.


Dengan bertambahnya Jonny G Plate sebagai tersangka, kini jumlah tersangka bertambah menjadi 6 tersangka.


Mereka adalah AAL selaku Direktur Utama Bakti Kominfo, GMS selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia Tahun 2020, MA selaku Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment dan IH selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy.( Muzer )


COMMENTS