BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4


Kabadiklat Menerima Kunjungan The U.S. Department Of State’s International Narcotics And Law Enforcement Affairs Bahas Lanjutan Kerjasama Bahasa Inggris Hukum bagi PPPJ

  Suasana pertemuan Kabadiklat Kejaksaan RI dengan  Training Participant Coordinator   dari The U.S. Department of State’s International...


 

Suasana pertemuan Kabadiklat Kejaksaan RI dengan Training Participant Coordinator dari The U.S. Department of State’s International Narcotics and Law Enforcement Affairs (INL).  

JAKARTA
- Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan ( Kabadiklat ) Kejaksaan RI Tony T. Spontana, menerima kunjungan dan pertemuan Ms. Kiersten Van-Camp Horn, Training Participant Coordinator dari The U.S. Department of State’s International Narcotics and Law Enforcement Affairs (INL).

Dalam pertemuan, Kamis 10 Maret 2022 yang berlangsung di VIP Room Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI,  Kabadiklat Tony Spontana didampingi Kepala Pusat Diklat Teknis dan Fungsional pada Badiklat Kejaksaan RI, Yulianto, beserta sejumlah pejabat struktural Badiklat,  sementara Ms. Kiersten Van-Camp Horn didampingi oleh dua orang stafnya.

Kabadiklat mengatakan dalam pertemuan tersebut membahas laporan hasil evaluasi pelaksanaan kerja sama antara Badiklat dengan INL dalam Pelatihan Bahasa Inggris Hukum (legal law) bagi siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Tahun 2021 yang lalu secara daring.


“ Dimana kerja sama sudah dilaksanakan sejak 2019 itu berlangsung dengan lancar dan baik,” ujarnya.

Menurutnya pada tahun ini, hubungan kerjasama akan tetap dilanjutkan dengan pelatihan dengan metode sama bagi siswa PPPJ Angkatan 79 Tahun 2022 yang direncanakan dibuka pada tanggal 11 Mei 2022.

Pelatihan legal law adalah untuk meningkatkan kecakapan Bahasa Inggris bagi para siswa PPPJ, khususnya Bahasa Inggris Hukum dengan harapan dan tujuan, antara lain:

1.       Memfasilitasi Jaksa Indonesia berpartisipasi dalam konferensi internasional di masa yang akan datang;

2.       Mempersiapkan kompetensi Jaksa dalam menangani perkara atau memberi bantuan hukum terkait dengan kejahatan berbahasa Inggris;

3.       Mempererat kerja sama yang lebih efektif dengan Jaksa dan aparat penegak hukum AS dalam memerangi kejahatan seperti narkotika dan perdagangan manusia.

“ Materi pembelajaran dirancang sedemikian rupa sehingga pelatihan Bahasa Inggris yang lebih fokus untuk Jaksa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ke tingkat kecakapan menengah dengan kurikulum yang lebih panjang, tersebar, dan terpisah berdasarkan tingkat kemampuan Bahasa Inggris pada siswa,” tutur Alumni PPJ  ( Pendidikan dan Pembentukan Jaksa-red ) tahun 1991.

“ Dengan rancangan ini, maka para siswa dituntut lebih banyak berkomunikasi dengan lancar dan profesional, dan nantinya pada akhir kelas, akan diundang Jaksa Amerika untuk memberikan kesempatan kepada para siswa mempraktikkan Bahasa Inggris Hukum yang telah dipelajari,”

Selain itu tambahnya, para siswa juga diberikan wawasan dengan beragam topik diantaranya mengenai hak wanita, pendampingan hukum internasional, arbitrasi internasional, praktik hak sipil, juga mengenai praktik peradilan di Amerika.

Pertemuan Kepala Badiklat Kejaksaan RI Tony T. Spontana, S.H. M.Hum. dengan Ms. Kiersten Van-Camp Horn, Training Participant Coordinator dari The U.S. Department of State’s International Narcotics and Law Enforcement Affairs (INL) dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. ( Muzer/ Rls)

 

COMMENTS