Kabadiklat: Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Hukama Badiklat Kejaksaan, Momentum Memperkuat Integritas Menuju Indonesia Emas 2045
![]() |
Kabadiklat Leonard Simanjuntak Ajak Generasi Penegak Hukum Meneladani Nilai Keadilan Al-Qur’an
JAKARTA – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Masjid Al-Hukama, Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini mengusung tema “Nuzulul Qur’an sebagai Inspirasi Integritas dan Keadilan bagi Generasi Penerus Penegak Hukum Menuju Indonesia Emas 2045.”
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan keluarga besar
Badiklat Kejaksaan RI, di antaranya Kepala Badiklat Kejaksaan RI Dr. Leonard
Eben Ezer Simanjuntak, Sesbadiklat Dr. Yulianto, para Kepala Pusat
Pendidikan dan Pelatihan, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Bidang
Badiklat Friska Leo Simanjuntak beserta jajaran, para kepala bidang,
pejabat eselon IV, serta seluruh pegawai Badiklat.
Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83, tim pemadam kebakaran Pos Badiklat, para tenaga outsourcing, honorer, pramubakti, petugas taman dan kebersihan, serta masyarakat sekitar lingkungan Badiklat Kejaksaan RI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh
dua siswa PPPJ, yang menambah kekhusyukan suasana di Masjid Al-Hukama.
Dalam sambutannya, Kabadiklat Kejaksaan RI Leonard Simanjuntak
menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana kekeluargaan
untuk memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus berbuka puasa bersama.
“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan di Masjid Al-Hukama Badiklat Kejaksaan RI, dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus berbuka puasa bersama,” ujar Leonard.
Ia menuturkan, peringatan Nuzulul Qur’an yang berlangsung di bulan suci
Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam. Ramadan merupakan momentum
refleksi spiritual yang mendorong setiap insan untuk memperkuat keimanan,
menumbuhkan kesabaran, memperdalam nilai kemanusiaan, serta memperkuat
kepedulian sosial terhadap sesama.
Menurut Leonard, peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad
SAW merupakan momen penting dalam sejarah peradaban manusia. Al-Qur’an tidak
hanya menjadi pedoman spiritual bagi umat Islam, tetapi juga memuat pesan
universal tentang nilai-nilai kemanusiaan.
“Al-Qur’an mengajarkan tentang keadilan, kejujuran, tanggung jawab moral, serta kemuliaan akhlak. Nilai-nilai tersebut melampaui batas agama dan budaya. Ia mengingatkan bahwa manusia diciptakan untuk menegakkan kebenaran, menjaga keadilan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan bersama,” jelasnya.
Leonard menegaskan, peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar mengenang
peristiwa turunnya wahyu, melainkan menjadi momentum refleksi untuk menanamkan
nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi penegak
hukum.
“Kejujuran dalam bertindak, keberanian menegakkan kebenaran, kepedulian
terhadap yang lemah, serta komitmen membangun kehidupan yang adil dan
bermartabat harus menjadi nilai yang terus kita jaga,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa tema kegiatan tahun ini mengandung pesan
penting bagi para calon penegak hukum yang sedang ditempa di Badiklat
Kejaksaan.
Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur’an harus
menjadi sumber inspirasi dalam membangun karakter generasi penegak hukum yang
berintegritas, adil, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kita berharap generasi penerus penegak hukum Indonesia mampu menjadikan
nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas penegakan
hukum menuju Indonesia Emas 2045,” kata Leonard.
Dalam kesempatan tersebut, Leonard juga menyoroti pentingnya semangat
kebersamaan dan toleransi lintas iman yang tercermin dalam kegiatan
tersebut. Keluarga besar Badiklat Kejaksaan dari berbagai latar belakang agama
dan profesi hadir bersama dalam semangat persaudaraan, kepedulian, dan nilai
kemanusiaan.
“Hal ini menunjukkan bahwa pesan kebaikan dari peringatan Nuzulul Qur’an
memiliki nilai universal yang dapat menginspirasi siapa saja dalam membangun
kehidupan yang lebih adil, damai, dan harmonis,” tambahnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut Kabadiklat
Kejaksaan RI juga menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu, janda,
dan kaum dhuafa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan oleh Ustaz
Firman Alifandi yang mengingatkan pentingnya memperkuat interaksi dengan
Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan.
“Jangan sampai kita berpuasa tetapi tidak berinteraksi dengan Al-Qur’an,
padahal kita memperingati Nuzulul Qur’an. Nilai integritas sebenarnya telah
diajarkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat An-Nisa,” ujar Ustaz
Firman.
Acara buka puasa bersama tersebut diikuti sekitar 700 peserta
yang terdiri dari keluarga besar Badiklat Kejaksaan, anggota Ikatan Adhyaksa
Dharmakarini, masyarakat sekitar, siswa PPPJ Angkatan 83, petugas pemadam
kebakaran Pos Badiklat, tenaga honorer, hingga para pekerja layanan kebersihan.
Momentum kebersamaan ini dinilai sangat penting untuk memperkuat rasa
persaudaraan, solidaritas sosial, serta hubungan harmonis antara institusi dan
masyarakat.
Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik, Badiklat Kejaksaan RI
juga menerjunkan tim kesehatan dari Klinik Adhyaksa Badiklat yang
terdiri dari dokter dan sejumlah perawat dengan perlengkapan medis.
Sementara itu, persiapan kegiatan berbuka puasa dipimpin langsung oleh Ketua
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hukama Muhammad Akbar bersama Afrijal Chair
selaku pengurus masjid. Sejak sore hari, para marbot bersama petugas kebersihan
tampak sibuk menyiapkan kursi, meja, serta karpet di halaman Masjid Al-Hukama
untuk menyambut para jamaah yang akan berbuka puasa bersama.
Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi keluarga besar
Badiklat Kejaksaan RI untuk memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, serta
komitmen moral dalam membentuk generasi penegak hukum yang berintegritas dan
berkeadilan bagi masa depan Indonesia. (Muzer)
.jpeg)



