BREAKING NEWS

Prof. Asep N. Mulyana Teguhkan Sinergi Akademik dan Penegakan Hukum: JAM PIDUM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Padjadjaran

 

Jampidum Prof. Asep N. Mulyana Gaet Unpad, Wujudkan Jaksa Berbasis Akademik dan Humanis.



JAKARTAJaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum), Prof. Dr. Asep N. Mulyana, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun penegakan hukum yang berkeadilan, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Pada Selasa (11/11/2025), Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Agung melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) tentang Program Magister Ilmu Hukum Berbasis Proyek Klaster Bidang Ilmu Hukum Pidana di Aula Gedung JAM PIDUM Kejaksaan Agung.


Dalam sambutannya, Prof. Asep menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun sinergi antara lembaga penegak hukum dan dunia akademik.

“Kerja sama ini adalah upaya konkret menjembatani teori dan praktik hukum pidana. Sinergi antara Kejaksaan dan Universitas Padjadjaran akan memperkaya praktik penegakan hukum dengan dasar akademik yang kuat, sekaligus membawa teori hukum lebih dekat pada realitas sosial dan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Asep N. Mulyana.

Menurutnya, Kejaksaan RI melalui Bidang Tindak Pidana Umum memikul tanggung jawab besar dalam memastikan penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik. Sementara Unpad, sebagai salah satu perguruan tinggi hukum terkemuka, memiliki kapasitas riset dan inovasi keilmuan yang dapat memperkuat fondasi akademik kebijakan hukum pidana nasional.

Program Magister Hukum Berbasis Proyek

Program ini menjadi terobosan penting di bidang pendidikan hukum, karena menggunakan pendekatan berbasis proyek (project-based learning), di mana mahasiswa — termasuk para jaksa dan calon jaksa — akan terlibat langsung dalam analisis, evaluasi, dan perumusan kebijakan hukum pidana secara nyata.

Prof. Asep menilai, langkah ini adalah jembatan antara laboratorium akademik dan laboratorium keadilan. Melalui program ini, para jaksa tidak hanya akan memperoleh gelar akademik, tetapi juga kompetensi analitis, kemampuan riset kebijakan, serta pemahaman kontekstual terhadap sistem peradilan pidana modern.

“Kami ingin mencetak jaksa yang tidak hanya piawai menuntut, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir, argumentasi ilmiah, dan kepekaan sosial. Ini adalah bentuk nyata peningkatan kualitas aparatur penegak hukum yang berkelanjutan,” tegas Jampidum Prof. Asep.

Tujuan Strategis Kerja Sama

Kerja sama antara JAM PIDUM dan Universitas Padjadjaran ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas SDM Kejaksaan melalui pendidikan magister hukum yang relevan dengan tugas penegakan hukum pidana.
  • Mendorong kolaborasi riset dan inovasi hukum pidana antara praktisi dan akademisi.
  • Mengembangkan kurikulum hukum yang adaptif dan aplikatif, sesuai dinamika kebijakan kriminal nasional.
  • Membangun ekosistem ilmu hukum berbasis data dan riset kebijakan (evidence-based policy) untuk memperkuat pembaruan hukum pidana Indonesia.

Hasil dari program ini diharapkan bukan hanya berupa lulusan berprestasi akademik, tetapi juga policy brief, rancangan kebijakan, dan rekomendasi pembaruan hukum yang dapat langsung diimplementasikan oleh Kejaksaan dan lembaga terkait lainnya.

Menjawab Tantangan Zaman

Prof. Asep juga menyoroti tantangan baru dalam penegakan hukum, seperti transformasi digital, kejahatan siber, tindak pidana lintas negara, serta meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi.

“Kerja sama ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kapasitas analisis, memperdalam kajian ilmiah, dan memperluas perspektif hukum pidana modern bagi para jaksa. Dengan dukungan akademik Unpad, setiap kebijakan dan tindakan penegakan hukum akan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan data yang akurat,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Prof. Asep N. Mulyana berharap kerja sama ini dapat menjadi model kolaborasi pendidikan tinggi dan lembaga penegak hukum, yang kelak bisa dikembangkan lebih luas — seperti di bidang hukum lingkungan, hukum siber, hingga perlindungan anak.

Turut hadir dalam acara tersebut, Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewanto, Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr. Rudi Margono, Sekretaris JAM PIDUM Dr. Undang Mugopal, para Direktur di lingkungan JAM PIDUM, serta pimpinan dan civitas akademika Universitas Padjadjaran. (Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment