BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4


Badiklat Kejaksaan bersama FH-UP Teken PKS Mood Court Competition Piala Jaksa Agung RI ke 7

      Kabadiklat Kejaksaan RI, Tony Spontana ( ketiga dari kanan ) dan Prof. Eddi Pratomo Dekan FH-UP ( ketiga kiri ) menandatangani n...

 

 


 

Kabadiklat Kejaksaan RI, Tony Spontana ( ketiga dari kanan ) dan Prof. Eddi Pratomo Dekan FH-UP ( ketiga kiri ) menandatangani naskah Perjanjian Kerja Sama dengan disaksikan para pejabat kedua pihak, Selasa ( 20/12/202 ) 

JAKARTA
- Badan Pendidikan dan Pelatihan ( Badiklat ) Kejaksaan RI bersama Fakultas Hukum Universitas Pancasila ( FH-UP ) menggelar penandatanganan perjanjian kerjasama tentang penyelenggaraan Kompetisi Peradilan Semu tingkat Nasional Piala Jaksa Agung RI.

Penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama ( PKS ) dilaksanakan di ruang rapat gedung Wicaksana Badiklat Kejaksaan RI pada Selasa ( 20/12/2022 ) yang ditandatangani oleh Kepala Badan Diklat ( Kabadiklat ) Kejaksaan RI Tony T Spontana bersama dengan Dekan FH-UP Prof. Eddy Pratomo dan disaksikan oleh jajaran pejabat utama Badiklat dan sejumlah pejabat dan Mahasiswa FH-UP.

Adapun dalam PKS ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia mahasiswa fakultas hukum di indonesia.

Sementara ruang lingkup dalam PKS ini meliputi kepenyelenggaraan kegiatan kompetisi peradilan semu tingkat nasional piala Jaksa Agung RI, yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali di Kampus A Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan- Jakarta Selatan.  


   

Kabadiklat Tony Spontana didampingi Sekretaris Badiklat Jaya Kesuma, Kepala Pusat Diklat Teknis dan Fungsional Badiklat Yulianto, Kepala Penyelenggara Diklat Muslihudin, Kepala Bidang Program Diklat Suwanda, Kepala Sentra Diklat Khunaifi dan sejumlah pejabat eselon IV, menyambut baik kedatangan rombongan FH-UP yang dipimpin Dekan Prof. Eddy Pratomo.

“ Selamat datang di Badan Diklat Kejaksan RI Pak Dekan bersama timnya,” kata Tony Spontana di ruang rapat pertemuan

Selanjutnya dalam pertemuna dengan Dekan dan rombongan FH-UP, Kabadiklat memperkenlakan satu persatu para pejabat struktural Badiklat yang hadir, menurutnya para pejabat tersebut nantinya akan membantu kelancarannya kepenyelenggaraan kompetisi peradilan semu atau Mood Court Competittion perguruan tinggi Indonesia untuk memperebutkan piala Jaksa Agung Republik Indonesia.


Kemudian lanjut Tony, didalam penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan sukses secara substansi, karena ini melibatkan organisasi orgnaisasi dan pejabat utama Kejaksaan Republik Indonesia.

“ Oleh karena itu saya ingin kita semua bahwa penyelenggaraan kegiatan ini harus sukses, baik secara materi maupun secara substansinya peradilan semu sukses, penyelenggaraan pun harus sukses,” tegasnya.

Menurut Tony, dalam penyelenggaraan ini ( peradilan semu-red ) rencananya akan dihadiri langsung Jaksa Agung Republik Indonesia.

Kemudian untuk kelancaran PKS pihaknya telah mempersiapkan tim kecil ujuannya adalah untuk lebih fokus menjalankan hal hal diluar yang telah dibahas. “ Tim kecil ini juga akan lebih efektif,” tuturnya.


Sementara Dekan FH-UP Prof. Eddy Pratomo menyampaikan ucapan terimakasihnya dan penghargaan kepada Kabadiklat dan jajarannnya atas dilanjutkannya PKS ini.

“ Saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga dan penghargaan yang tinggi kepada Kabadiklat yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melanjutkan kerjasama antara Kejaksaan Agung dan Fakultas Hukum Universitas Pancasila dalam rangka kepenyelenggaraan Mood Court Nasional yang sudah dilakukan sebanyak 6 kali,” ujar Prof. Eddy Pratomo.

“ Januari nanti adalah yang ke 7 kalinya, ini lebih tepat dengan Badan Diklat, karena Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam Mood Court Competittion ini merupakan bagian daripada latihan,” sambungnya.

Menurutnya hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Kabadiklat Kejaksaan RI dalam upaya membangun SDM Indonesia unggul dibidang Hukum Khususnya.

“ Jadi terimakasih Pak Kabadiklat ini tempat yang tepat yang lebih sesuai dengan tujuan daripada penyelenggaraan Mood Court,” tuturnya.


Dikatakan dengan adanya PKS ini akan memberikan suport kepada mahasiswa diseluruh indonesia untuk belajar melakukan argumentasi hukum, bahkan ini nantinya akan menjadi cikal bakal Mood Court Internasional.

“ Mood Court tingkat nasional barang kali ini merupakan cikal bakal PKS kita bisa pertimbangkan secara positif untuk dilanjutkan menjadi Mood Court Internasional,” bebernya.

“ Yang nantinya akan bertemu dengan perguruan perguruan tinggi diberbagai universitas didunia,” imbuhnya.

Ini merupakan cikal bakal mudah mudahan dibawah naungan Badan Diklat Kejaksaan RI sekarang ini yang akan menjadi salah satu Ko Promotor bersama Fakultas Hukum UP bisa mungkin merintis pengembangan PKS, ini menurut saya juga penting,” tutupnya. ( Muzer )

COMMENTS